UPdates—Upaya Kementerian Komunikasi dan Digital memberantas judi online dengan melakukan takedown situs atau konten ternyata tak berpengaruh.
You may also like : Perangi Pornografi dan Judol, Mulai Februari Komdigi Terapkan SAMAN
Sekarang, mereka mencoba "mengeroyok" dengan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
You might be interested : DPR Cemas, 80 Ribu Anak di Bawah Usia 10 Tahun Terpapar Judi Online Lewat HP
PPATK terlibat untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening bank yang digunakan untuk transaksi judi online.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemutusan akses terhadap situs judi online saja tidak cukup untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku judi online.
"Konten bisa dibuat ulang dengan mudah, tapi rekening sulit dibuka kembali setelah diblokir," tegasnya dalam keterangan pers sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari Info Publik, Kamis, 31 Juli 2025.
Meutya yang melakukan pertemuan dengan Dewan Ekonomi Nasional dan PPATK Rabu kemarin mencatat, sejak 20 Oktober 2024 hingga 28 Juli 2025, Kementerian Komdigi telah melakukan takedown terhadap hampir 2,5 juta konten negatif, dengan sekitar 1,7 juta di antaranya terkait judi online.
"Data konten-konten negatif ini kami dapatkan dari aduan masyarakat dan sistem crawling kami," bebernya.
Akan tetapi, peredaran situs judi online masih marak dan terus dipromosikan di berbagai platform media sosial.
Meutya mengatakan pelaku judi online semakin kreatif dalam mencari celah yang tidak terlacak oleh sistem crawling konten untuk melakukan promosi judi online.
Makanya, Meutya menyambut baik langkah PPATK yang melakukan pelacakan rekening terindikasi terkait judi online, sekaligus mendorong sektor perbankan untuk lebih ketat dalam proses verifikasi nasabah.
"Perbankan juga harus diminta untuk lebih ketat sehingga pelaku tidak bisa membuat rekening lagi," tuturnya.
Politikus Golkar itu mengatakan, melalui kolaborasi lintas sektor antara Kemkomdigi dan PPATK, upaya untuk memutus mata rantai judi online diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
"Ini bagus kalau disatukan, jadi ada crawling kontennya dan ada juga crawling rekeningnya," tandasnya.