UPdates—Sejumlah aturan diberlakukan bagi wanita di seluruh dunia. Termasuk larangan untuk mengunjungi gunung yang dianggap sebagai tempat suci.
Di dunia ini, ada dua gunung yang sama sekali tidak boleh disentuh kaum perempuan. Bahkan, hewan betina sekalipun dilarang ada di area pegunungan itu.
Berikut kedua gunung tersebut dan alasan pelarangannya bagi wanita:
Gunung Athos, Yunani
Gunung Athos merupakan sebuah semenanjung kecil di Yunani. Gunung ini dijuluki sebagai “Republik Para Biarawan”.
Ini adalah tempat suci yang menampung komunitas besar biarawan Ortodoks Timur selama lebih dari 1.000 tahun.
Meskipun Gunung Athos adalah bagian dari Uni Eropa dan tunduk pada undang-undang Uni Eropa, tempat ini hanya terbuka bagi pria dengan izin khusus.
Izin itu dikeluarkan oleh Biro Peziarah Gunung Athos dan sesuai dengan kuota yang ketat (100 Ortodoks dan 10 pengunjung non-Ortodoks per hari).
Sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari National Geographic, Minggu, 31 Agustus 2025, larangan masuk untuk wanita dikenal sebagai avaton. Wanita bahkan tidak diperbolehkan berada dalam jarak 500 meter dari garis pantai.
Pengecualian ini tidak hanya ada di dunia manusia. Bahkan hewan peliharaan betina pun dilarang, seperti sapi dan ayam. Namun mereka membuat pengecualian untuk kucing, tentu saja untuk menangkap tikus.
Larangan ini dipercaya akan menjaga kesucian hidup para biarawan Ortodoks yang mengabdikan hidupnya untuk beribadah dan menjauh dari godaan duniawi.
Pemberlakuan larangan untuk perempuan bukan sekadar aturan tertulis, tapi juga sudah menjadi tradisi turun-temurun yang dijaga dengan sangat ketat.
Banyak perdebatan soal aturan ini di era modern. Meski begitu, Gunung Athos tetap menjadi salah satu tempat yang tidak boleh dikunjungi wanita sama sekali.
Gunung Omine, Jepang
Gunung Omine di Prefektur Nara dikenal sebagai tempat suci bagi penganut Shugendo, sebuah aliran spiritual yang menggabungkan ajaran Buddha, Shinto, dan Taoisme.
Gunung ini punya jalur pendakian menuju kuil Omine-sanji yang dianggap paling sakral. Makanya, tempat ini tidak boleh dikunjungi wanita.
Hingga abad ke-19, Jepang melarang perempuan memasuki gunung suci. Alasannya, perempuan dianggap najis dan tindakan itu merupakan penghinaan terhadap dewi gunung.
Larangan wanita mengunjungi Omine tidak sah secara hukum, akan tetapi dipatuhi secara adat. Makanya, aturan yang sudah berlangsung ratusan tahun ini masih ditaati sampai sekarang.
Di gunung ini, wanita tidak boleh mendaki sampai ke kuil utama. Alasannya, kehadiran wanita bisa mengganggu konsentrasi para pertapa yang sedang menjalani latihan rohani.
Turis perempuan memang masih bisa berkunjung ke area bawah gunung. Namun, mereka tidak diperbolehkan naik ke puncaknya.