
UPdates—Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani kembali menegaskan kritiknya dan juga komitmennya menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin waktu setempat.
You may also like :
Harga Rp1,1 Triliun, 2 Jet Tempur Super Canggih Israel Rontok, Iran Tangkap Pilotnya
Mamdani melontarkan itu beberapa jam setelah Wali Kota New York, Eric Adams yang akan lengser bertemu dengan pemimpin Israel tersebut. Dalam pertemuan itu, Eric Adams mendorong Netanyahu menghadiri pelantikan Mamdani.
You might be interested :
Netanyahu akan Temui Trump, Minta Batasi Rudal Iran saat Negosiasi Berlanjut
November lalu, Kamar Pra-Peradilan I Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.
ICC menuduh mereka menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan penganiayaan di Gaza.
Berbicara secara langsung di ABC7, Mamdani mengatakan pertemuan Adams dengan Netanyahu menggarisbawahi apa yang ia pandang sebagai kesenjangan antara kepentingan mendesak kota dan gestur simbolis kebijakan luar negeri.
Wali kota Muslim dan Asia Selatan pertama di kota terbesar di Amerika itu menambahkan bahwa warga New York sangat membutuhkan pemerintahan yang berfokus pada kebutuhan mendesak mereka.
“Warga New York berada di ambang kehilangan tempat tinggal di kota yang mereka sebut rumah, dan tindakannya tidak ada hubungannya dengan krisis keterjangkauan itu,” kata Mamdani sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 18 November 2025.
“Apa yang mereka tunjukkan, sebenarnya, adalah mengapa warga New York begitu mendambakan pemerintahan baru, pemerintahan yang akan berfokus pada kebutuhan kota dan akan berupaya berbicara kepada warga kelas pekerja New York tentang apa saja kebutuhan tersebut, alih-alih berbicara kepada penjahat perang,” tegasnya.
Mamdani, yang membuat janji yang sama tahun lalu, telah berulang kali menggambarkan operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida.
“Menjadi kota hukum internasional berarti berupaya menegakkan hukum internasional. Itu berarti menegakkan surat perintah dari Mahkamah Pidana Internasional, baik untuk Benjamin Netanyahu maupun Vladimir Putin,” ujarnya.
Mamdani juga menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi dan mendukung komunitas Yahudi New York.
“Ini akan menjadi tanggung jawab saya untuk tidak hanya melindungi warga Yahudi New York, tetapi juga merayakan dan menghargai mereka di kota ini,” tambahnya.
Adams akan meninggalkan jabatannya pada 1 Januari setelah kemenangan Mamdani yang baru berusia 34 tahun dalam pemilihan wali kota pada 4 November.