Kondisi salah satu wilayah di Aceh pasca banjir bandang (Foto: X/Anies Baswedan)

192 Orang Masih Hilang, BRIN Kirim Drone Pendeteksi Jenazah di Bawah Tanah ke Sumatera

17 December 2025
Font +
Font -

UPdates—Sebanyak 1.059 warga dipastikan meninggal dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Selain itu, masih ada 192 orang yang dilaporkan hilang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

You may also like : tni bantuan puspenBanjir Sumatera: Warga Kelaparan Makan Pisang Mentah, Banyak Daerah Masih Terisolir

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu, 17 Desember 2025 pukul 20.00 WITA, ada 86 warga yang dinyatakan hilang di Sumbar.

You might be interested : captureBNPB: 91 Santri Diperkirakan Masih Tertimbun Reruntuhan di Ponpes Al Khozyni Sidoarjo

Kemudian di Sumut, terdata masih ada 75 orang yang masih dalam pencarian. Selebihnya, 31 orang dinyatakan hilang di Aceh.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini tengah menyiapkan drone dengan teknologi ground penetration radar yang dapat mendeteksi objek hingga kedalaman sekitar 100 meter di bawah permukaan tanah. Ini bisa dipakai mendeteksi jenazah korban.

Selain itu, BRIN juga mengirimkan drone untuk membantu penanganan dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Drone ini mampu menjangkau wilayah hingga radius 100 kilometer.

Hal ini disampaikan Kepala BRIN, Arif Satria dalam konferensi pers usai rapat koordinasi lintas menteri terkait penanganan bencana sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Rabu, 17 Desember 2025.

"Jadi sekarang kita akan fokus pada rekonstruksi termasuk mengirimkan drone alat-alat yang bisa menjangkau sampai 100 kilometer dan kemudian juga drone ground penetration radar yang bisa mendeteksi benda 100 meter di bawah permukaan tanah, bisa mendeteksi artinya korban jenazah dan lain sebagainya," kata Arif Satria.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

ga warren buffett 20210203 0001

Warren Buffett

"Kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal. Jangan berharap dari orang-orang murahan."
Load More >