
UPdates—Ini sungguh perjuangan dan dedikasi kemanusiaan yang begitu luar biasa. Tim SAR gabungan jatuh bangun di medan ekstrem, di tengah badai hujan, dan tanpa mengenal siang dan malam untuk mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Berkat kegigihan mereka, jenazah dua korban berhasil dievakuasi dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep dan telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Terbaru, jenazah korban kedua berhasil dibawa ke RS Bhayangkara Rabu, 21 Januari 2026 pagi ini setelah dievakuasi dari dasar jurang ke punggungan Lampeso.
You might be interested :
Tim SAR Kebut Pencarian, Berharap Semua Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Cootdinator (OSC), Andi Sultan dalam keterangannya, Rabu ini mengatakan, helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA.
"Pagi ini, alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” kata Andi Sultan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.
Jenazah diangkat dari dasar jurang dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 WITA. Kemudian helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.
"Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI," jelasnya.
Terkait delapan orang korban yang belum ditemukan, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko menyampaikan bahwa pencarian mereka akan tetap dilanjutkan sampai dengan adanya perintah terbaru.
"Kita masih sama, tim semuanya bermalam di sana, itu dari kemarin sudah siapkan memang logistik untuk bermalam di sana dengan perlengkapan, ini untuk mengefektifkan. Walaupun kondisi medan seperti itu kalau kita lihat dua yang sudah ditemukan kita optimis," kata Mayjen Bangun dilansir dari Instagram Kodam Hasanuddin.
Doa Netizen dan Emoji Menangis
Proses evakuasi korban begitu sulit. Bahkan, tim SAR dalam salah satu video yang dibagikan akun X @NaraSenyap terlihat terjatuh di tebing curam.
Video lainnya yang ramai dibagikan di media sosial memperlihatkan tim SAR diguyur hujan deras sepanjang perjalanan. Tim SAR juga terekam melakukan evakuasi malam hari dengan bantuan headlamp.
Melihat perjuangan yang begitu berat tim SAR, komentar netizen pun dibanjiri emoji menangis. Doa-doa mereka panjatkan berikut pujian atas dedikasi kemanusian para anggota tim SAR.
“Yaa Allah yaa Rabb.. sehat, berkah dan lancar setiap ikhtiarnya setiap tim yg berjuang.. doa kami menyertai.. aamiin allahumma aamiin,” tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar unggahan Instagram Kodam Hasanuddin sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.
“Ya Allah..kalian hebaaat...semangat n sehat-sehat,” imbuh warganet lain.
“Sehat-sehatki semua.. Semoga dimudahkan aamiin,” kata yang lain.