kapal induk AS USS Abraham Lincoln yang kini telah berada di Laut Arab seiring meningkatnya ketegangan AS dengan Iran. (foto:nationalinterest.org)

Hari Ini AS-Iran Bahas Nuklir di Oman, Kanselir Jerman Ingatkan Potensi Eskalasi Militer

6 February 2026
Font +
Font -

UPdates - Kanselir Jerman, Friedrich Merz memperingatkan ancaman eskalasi militer di Timur Tengah jelang pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung di Oman hari ini, Jumat, 6 Februari 2026.

You may also like : captureRusia Bombardir Ukraina dengan Drone dan Rudal, Trump Malah Kecam Zelenskyy

Berbicara di Doha pada hari Kamis, Merz mengatakan bahwa kekhawatiran akan konflik baru telah mewarnai pembicaraannya selama perjalanannya ke wilayah Teluk.

You might be interested : capturePemerintah Desak Penyelidikan Hilangnya Tiga WNI di Selat Hormuz

“Dalam semua percakapan saya kemarin dan hari ini, kekhawatiran besar telah diungkapkan tentang peningkatan lebih lanjut dalam konflik dengan Iran,” katanya saat konferensi pers, dikutip Keidenesia.TV dari Aljazeera, Jumat, 6 Februari 2026.

Merz juga mendesak Iran untuk mengakhiri apa yang disebutnya agresi dan memasuki perundingan, seraya mengatakan bahwa Jerman akan melakukan segala yang bisa dilakukan untuk meredakan situasi dan berupaya menuju stabilitas regional.

Para mediator dari Qatar, Turki, dan Mesir telah menyampaikan kepada Iran dan AS kerangka prinsip-prinsip utama yang akan dibahas dalam pembicaraan, termasuk komitmen Iran untuk secara signifikan membatasi pengayaan uraniumnya, demikian menurut dua sumber yang mengetahui negosiasi tersebut kepada Al Jazeera .

Sebelum pembicaraan, kedua belah pihak tampaknya kesulitan menemukan titik temu dalam sejumlah isu, termasuk topik apa yang akan dibahas.

Washington mengatakan diplomasi akan menjadi fokus pembicaraan pada hari Jumat, dengan Presiden AS Donald Trump menggunakannya sebagai tolok ukur apakah kesepakatan dapat tercapai dengan Teheran.

“Selama negosiasi ini berlangsung, saya ingin mengingatkan rezim Iran bahwa presiden memiliki banyak pilihan yang dapat ia gunakan, selain diplomasi, sebagai panglima tertinggi militer terkuat dalam sejarah dunia,” kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Kamis kemarin.

Sementara itu, Iran mengatakan pembicaraan harus terbatas pada perselisihan nuklir yang telah berlangsung lama dengan kekuatan Barat.

Iran juga menolak tuntutan AS untuk membahas rudal balistik Teheran, dan memperingatkan bahwa membahas isu-isu di luar program nuklir dapat membahayakan pembicaraan tersebut.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pembicaraan harus mencakup jangkauan rudal balistik Iran, dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di sekitar Timur Tengah, dan perlakuannya terhadap rakyatnya sendiri, di samping program nuklirnya.

Tekanan terhadap Iran

Pembicaraan ini berlangsung ketika kawasan tersebut bersiap menghadapi potensi serangan AS terhadap Iran setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukan untuk berkumpul di Laut Arab menyusul tindakan keras Iran terhadap para demonstran bulan lalu .

Washington telah mengirim ribuan pasukan ke Timur Tengah, serta sebuah kapal induk, kapal perang lainnya, jet tempur, pesawat mata-mata, dan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara.

Trump telah memperingatkan bahwa "hal-hal buruk" mungkin akan terjadi jika kesepakatan tidak tercapai, sehingga meningkatkan tekanan pada Iran.

Ini bukan kali pertama pejabat Iran dan AS bertemu dalam upaya untuk menghidupkan kembali diplomasi antara kedua negara, yang belum memiliki hubungan diplomatik resmi sejak tahun 1980.

Pada bulan Juni, para pejabat AS dan Iran berkumpul di ibu kota Oman untuk membahas kesepakatan nuklir, tetapi proses tersebut terhenti karena Israel melancarkan serangan terhadap Iran, menewaskan beberapa pemimpin militer dan ilmuwan nuklir terkemuka, serta menargetkan fasilitas nuklir. AS kemudian sempat bergabung dalam perang tersebut, membom beberapa situs nuklir Iran.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

mustofa bisri

Achmad Mustofa Bisri

"Kerendahanmu tidak akan terangkat dengan merendahkan orang lain."
Load More >