
UPdates - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Provinsi Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026, menyusul penetapan Sulsel sebagai tuan rumah ajang nasional tersebut.
You may also like :
Korpri Usul Tambah Usia Pensiun ASN, Prof Djo Ingatkan Risikonya
Dilansir Keidenesia.TV dari laman Pemprov Sulsel, Kamis, 12 Februari 2026, Ketua KORPRI Sulsel Jufri Rahman menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ KORPRI Nasional 2026 akan dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Pemerintah Kota Makassar akan bertindak sebagai tuan rumah kegiatan launching dan pembukaan, sementara Pemerintah Kabupaten Pangkep menjadi tuan rumah penutupan kegiatan.
Ia juga menjelaskan bahwa MTQ KORPRI Nasional 2026 akan mempertandingkan 12 cabang lomba, yang pelaksanaannya dibagi di dua lokasi, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.
“Insha Allah acaranya akan digelar pada bulan Agustus mendatang. Artinya, masih ada sekitar enam bulan ke depan bagi seluruh peserta dengan total undangan 38 provinsi se-Indonesia serta 103 kementerian dan lembaga untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jufri Rahman menyampaikan harapan agar Sulawesi Selatan tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu meningkatkan prestasi kafilah daerah.
“Dua tahun lalu Sulsel masuk delapan besar. Harapan kita, karena kita juga sebagai tuan rumah, kita tidak boleh mengesampingkan bahwa kita harus mempersiapkan kafilah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar di bidang tilawah Al-Qur’an, termasuk prestasi sebagai daerah penghasil hafiz dan hafizah, serta pernah meraih juara pembaca doa terbaik nasional.
Selain berdampak pada prestasi, penyelenggaraan MTQ KORPRI Nasional 2026 juga diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.