Mendes PDT, Yandri Susanto (Foto: X/Tangkapan Layar)

Minta Retail Modern Setop Bangun di Desa Demi Kopdes Merah Putih, Menkop dan Mendes Dikecam

20 February 2026
Font +
Font -

UPdates—Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Yandri Susanto menyatakan persetujuannya untuk menghentikan pembangunan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan efektif.

You may also like : atrPesawat ATR 400 Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros, Tim SAR sudah ke Leang-Leang

Yandri menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu

You might be interested : mendes yandri humasSejumlah Kades Ketahuan Pakai Dana Desa untuk Judi Online, Mendes Ingatkan Fokus Kemiskinan Ekstrem

"Saya setuju sekali, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TV Parlemen, Jumat, 20 Februari 2026.

Politikus PAN itu mengatakan, pemerintah ingin dan harus menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada koperasi desa. Dan menurutnya, program Kopdes akan sulit berkembang jika berkompetisi langsung dengan raksasa ritel yang sudah menggurita.

Jumlah gerai ritel modern yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini kata dia sudah lebih dari 20.000. Bagi Yandri, kondisi ini sudah mengarah pada monopoli yang mengancam keberlangsungan usaha kecil di desa.

"Tidak apple to apple sebenarnya kalau mereka sudah sangat besar dan monopoli. Itu akan menjadi ancaman bagi Kopdes. Kekayaannya sudah terlalu (menumpuk) menurut saya," tegas Yandri.

Senada, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono juga meminta ritel modern tidak lagi merambah wilayah pedesaan.

Ferry Juliantono menjelaskan, keuntungan ritel modern mengalir kepada pemegang saham yang mayoritas tinggal di Jakarta. Sebaliknya, keuntungan Kopdes dari kegiatan ritel kembali menjadi sisa hasil usaha (SHU) yang menguntungkan masyarakat desa itu sendiri.

Ia mengaku  sudah bertemu dengan pemilik ritel modern dan meminta mereka setop membangun di desa.

“Biarkan koperasi desa yang berjualan. Jika ada barang yang tidak mampu diproduksi koperasi, baru pihak ritel tersebut boleh memasok barangnya," jelas Ferry sebagaimana dilansir dari kanal YouTube DPR, Jumat, 20 Februari 2026.

Pernyataan menteri tersebut mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Politisi, Andi Sinulingga yang mengomentari video pernyataan Mendes di akun X-nya, @AndiSinulingga menyebut itu sama saja membenturkan sesama anak bangsa.

“Kenapa harus dibentur-benturkan sesama anak bangsa? bikin koperasi juga bagus, Indomaret/alfamart apa salahnya? bukankah perusahaan tsb bikin ekonomi Indonesia tumbuh, menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja & mereka itu semua anak bangsa, kenapa dibenturkan dgn KMP? jahat amat,” tulisnya sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.

Pemerhati Pelayanan Publik dan Trainer Komunikasi Pemasaran & Manajemen Pelayanan Keluhan, Alvin Lie juga mengecam lewat cuitan di akun X-nya, @alvinlie21.

“Kalau Kopde Merah Putih memang professional & kompetitif, otomatis akan laris. Lebih baik Menteri Desa fokus pikirkan bagaimana memajukan Kopdes, bukan bagaimana membunuh Alfamart, Indomaret & Toko Madura yg sudah terbukti buka lapangan kerja, salurkan produk dalam negeri & jadi berkontribusi thd perekonomian nasional,” tegasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Benjamin Franklin

"Perang tidak dibayar di masa perang, tagihannya datang kemudian."
Load More >