
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada anggota Kongres dari Partai Republik bahwa perang dengan Iran dapat berakhir cukup cepat, saat ia membela kampanye militer dan menguraikan tujuan Washington dalam konflik tersebut.
You may also like :
Kabar Rusia akan Tempatkan Pesawat Militer di Papua Bikin "Panik" Australia dan Amerika
Amerika Serikat dan Israel meluncurkan kampanye melawan Iran pada 28 Februari, dengan serangan udara dan rudal skala besar terhadap infrastruktur militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, peluncur rudal, dan aset angkatan laut. Hari pertama operasi tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
You might be interested :
Ini Ancaman Trump Jika Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York
Perang kini telah memasuki minggu kedua, dan dalam pidato terbarunya, Trump menyoroti apa yang digambarkannya sebagai keberhasilan Operasi Epic Fury dan menyarankan bahwa perang tersebut dapat segera berakhir.
Trump menggambarkan aksi militer baru-baru ini terhadap Iran sebagai ekspedisi kecil yang diperlukan untuk melenyapkan "beberapa kejahatan".
Ia menyatakan bahwa perang terhadap Iran akan segera berakhir. Trump mengklaim penyelesaian yang cepat tersebut akan disebabkan oleh kerja yang sangat efektif dan "brilian" dari militer AS.
Mencatat kemajuan yang mereka capai, Trump menyebut militer AS telah melenyapkan sekitar "80 persen" peluncur rudal Iran, mengurangi kemampuannya menjadi "sedikit", dengan peluncur yang tersisa dieliminasi dengan sangat cepat.
“Rudal-rudal sebagian besar telah dilumpuhkan… drone-drone telah dilumpuhkan, dan kita menyerang tempat mereka membuat drone,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Al Jazeera, Selasa, 10 Maret 2026.
“Kita telah menyerang lebih dari 5.000 target hari ini, beberapa di antaranya target yang sangat penting, dan kita telah meninggalkan beberapa target terpenting untuk nanti jika kita perlu melakukannya,” lanjut Trump.
Menurutnya, target lain yang ia maksud dapat mencakup fasilitas listrik.
Ia menekankan bahwa segera setelah operasi ini selesai, akan menghasilkan dunia yang jauh lebih aman.
Trump juga mengklaim bahwa militer AS menenggelamkan 46 kapal angkatan laut Iran kelas atas selama tiga setengah hari.
Menceritakan percakapan dengan seorang pejabat militer, Trump mengatakan dia telah bertanya mengapa kapal-kapal itu ditenggelamkan alih-alih ditangkap.
“‘Kita bisa menggunakannya. Mengapa kita menenggelamkannya?’” Trump tampaknya bertanya kepada pejabat itu.
“Dia berkata, ‘Lebih menyenangkan menenggelamkannya’. Mereka lebih suka menenggelamkannya. Mereka mengatakan lebih aman untuk menenggelamkannya. Kurasa itu mungkin benar,” jelasnya.
Trump juga menegaskan bahwa AS harus menyerang Iran karena Teheran telah bersiap untuk menyerang AS, meskipun baik presiden AS maupun siapa pun di pemerintahannya tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut.
Sejauh ini, Iran terus memberikan perlawanan sengit. Selain membombardir Israel, mereka juga menyerang fasilitas dan aset Amerika di kawasan Teluk. Iran menyatakan mereka siap berperang sengit hingga enam bulan dan kini sudah punya pemimpin tertinggi baru.