Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. (Foto: Farhan/Karisma/DPR RI)

Harga BBM Stabil, Mufti Anam: Jangan PHP Rakyat

2 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengapresiasi komitmen pemerintah untuk menjaga harga BBM tetap stabil, namun ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menjadi 'pemberi harapan palsu' kepada rakyat.
  • Mufti Anam menekankan bahwa stabilitas harga BBM harus diiringi dengan kepastian dan konsistensi kebijakan untuk menghindari kebingungan di masyarakat.
  • Ia menilai kebijakan menahan harga BBM harus ditopang dengan perhitungan fiskal yang matang, terutama dengan adanya rencana penambahan anggaran subsidi sebesar Rp90 hingga Rp100 triliun.
  • Kenaikan harga BBM dapat berdampak luas pada perekonomian nasional, terutama pada harga kebutuhan pokok dan sektor usaha, sehingga perlu dipertimbangkan dengan cermat.
  • Mufti Anam juga meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global, terutama ketegangan di kawasan energi dunia yang dapat memengaruhi pasokan dan harga BBM.
  • Fenomena panic buying yang mulai muncul di sejumlah daerah menunjukkan pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas untuk menghindari keresahan di masyarakat.
  • Mufti Anam berharap agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
atau

UPdates—Komitmen pemerintah untuk menjaga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tidak naik mendapat apresasi dari berbagai pihak.

You may also like : captureAnggota Komisi XII DPR RI Nilai Penggunaan Etanol dalam BBM Belum Tepat

Meski begitu, anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengingatkan agar pemerintah tidak menjadi ‘pemberi harapan palsu’ (PHP) kepada rakyat dalam kebijakan energi ini.

You might be interested : mufti anam dpr pdipKritik Menteri Harga Pangan Naik, Mufti Anam: Kami tidak Butuh Kata-kata Kosong, Pak

Ia menegaskan, stabilitas harga harus diiringi kepastian dan konsistensi kebijakan sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

“Langkah yang baik ini perlu dibarengi dengan konsistensi. Kita berharap agar Pemerintah jangan PHP ke rakyat soal harga BBM ini. Karena seringnya begitu ya, kita dikasih angin segar, tiba-tiba Pertamina diam-diam naikkan harga BBM,” kata Mufti Anam dalam keterangan tertulis pada Kamis, 2 April 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI.

Politikus Fraksi PDIP itu menilai kebijakan menahan harga BBM harus ditopang dengan perhitungan fiskal yang matang. Terutama dengan adanya rencana penambahan anggaran subsidi sebesar Rp90 hingga Rp100 triliun

Menurutnya, kebijakan energi memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional, sehingga setiap langkah harus mempertimbangkan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok dan sektor usaha.

“Kenaikan harga BBM pasti akan sensitif terhadap harga bahan-bahan pokok dan lain sebagainya, implikasinya pasti akan besar apalagi di tengah ekonomi yang sedang tidak baik,” jelasnya.

Selain itu, Mufti juga meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global. Khususnya ketegangan di kawasan energi dunia yang dapat memengaruhi pasokan dan harga.

Bagi dia, faktor geopolitik perlu diantisipasi secara cermat karena berpotensi berdampak pada biaya distribusi dan ketahanan pelaku usaha di dalam negeri.

“Jadi perlu diantisipasi secara cermat karena masalah energi bisa berpotensi memengaruhi biaya distribusi, harga barang, dan ketahanan usaha kecil di dalam negeri,” ujarnya.

Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu di sisi lain menyoroti fenomena panic buying yang mulai muncul di sejumlah daerah akibat kekhawatiran masyarakat terhadap harga dan ketersediaan BBM.

Ia menilai kondisi ini menunjukkan pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Karena itu, kebijakan apa pun yang diambil Pemerintah perlu memberi kejelasan kepada pelaku usaha dan masyarakat bahwa stabilitas ekonomi dalam negeri tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil,” tegasnya.

Mufti berharap agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak justru menimbulkan beban baru bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap keputusan harus berpihak pada kepentingan rakyat dan menjaga daya beli di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Jangan sampai kebijakan yang diambil sekarang, lalu kemudian akhirnya memberatkan rakyat,” pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >