Kapal USS Abraham Lincoln, USS Michael Murphy, USS Frank E. Petersen Jr., USNS Henry J. Kaiser, USNS Carl Brashear, USCG Robert Goldman dan USCGC Clarence Sutphin Jr. berlayar dalam formasi di Laut Arab, pada 6 Februari 2026. (foto:Doc.Petty Officer 1st Class Jesse Mo/US Navy/CNN)

Trump Beri Tugas Tersulit ke Angkatan Laut AS: Blokade Pelabuhan Iran dan Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz!

14 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan membersihkan Selat Hormuz dari ranjau.
  • Blokade tersebut mulai berlaku pada 13 April 2026 dan berlaku untuk semua pelabuhan Iran, baik di dalam maupun di luar selat.
  • Tujuan misi ini adalah untuk memaksimalkan tekanan pada Iran dengan mencekik aliran dana dari perdagangan energi.
  • Angkatan Laut AS telah memulai operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz dengan dua kapal perusak rudal berpemandu.
  • Misi-misi tersebut menandai pergeseran dalam konflik ini, dari udara ke laut, dengan keterlibatan pesawat angkatan laut yang lepas landas dari kapal induk.
  • Iran memperingatkan bahwa keterlibatan militer asing di selat tersebut hanya akan memperburuk krisis dan mengancam akan membalas dengan menyerang pelabuhan-pelabuhan negara tetangganya.
  • Blokade ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi, dengan harga minyak dunia yang melonjak di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.
atau

UPdates - Enam minggu setelah dimulainya perang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memberikan tugas tersulit ke Angkatan Laut AS dalam konflik ini yakni memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan membersihkan Selat Hormuz dari ranjau Iran.

You may also like : trump anadoluJelang Pilpres, Trump Gugat CBS News Rp157 Triliun karena Wawancara Kamala Harris di 60 Minutes

Berdasarkan informasi resmi dari Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) yang disadur Keidenesia.TV dari CNN, Selasa, 14 April 2026, perintah blokade tersebut mulai berlaku untuk semua pelabuhan Iran, baik di dalam maupun di luar selat mulai pukul 10 pagi waktu setempat (ET) hari Senin, 13 April 2026 waktu setempat.

You might be interested : captureTiba-Tiba Gelar Konferensi Pers, Melania Trump Sebut Dirinya Bukan Korban Epstein

Sebelumnya Iran telah menguasai selat tersebut yang merupakan jalur penting untuk perdagangan energi global sejak perang pecah akhir Februari lalu.

Trump mengindikasikan bahwa misi tersebut akan memiliki cakupan yang lebih luas lagi, mungkin jauh di luar Teluk Persia.

“Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal di Perairan Internasional yang telah membayar bea kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar bea ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” katanya pada hari Minggu, merujuk pada langkah Teheran untuk memungut biaya dari kapal untuk jalur aman.

Tujuan misi ini adalah untuk memaksimalkan tekanan pada Iran dengan mencekik aliran dana dari perdagangan energi.

Namun, menyelesaikan krisis energi global yang timbul dari perang ini membutuhkan tugas berat lainnya: membersihkan ranjau laut yang telah ditanam Iran.

Pada hari Sabtu lalu, Trump mengatakan Angkatan Laut telah memulai operasi penyapuan ranjau di selat tersebut.

CENTCOM membenarkan hal itu, dengan mengatakan dua kapal perusak rudal berpemandu AS telah memasuki selat untuk mulai "menciptakan kondisi untuk membersihkan ranjau."

Misi-misi tersebut menandai pergeseran dalam konflik ini, dari udara ke laut. Pesawat angkatan laut yang lepas landas dari kapal induk juga terlibat.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik memperingatkan bahwa keterlibatan militer asing di selat tersebut hanya akan memperburuk krisis.

Teheran bahkan mengancam akan membalas dengan menyerang pelabuhan-pelabuhan negara tetangganya di kawasan Teluk.

Blokade ini juga memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi.  Harga minyak dunia dilaporkan kembali melonjak di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Font +
Font -