
UPdates—Memasuki hari ke-14 masa operasional haji, jemaah Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.
You may also like :
Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah
Saat ini, kondisi cuaca di Makkah diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius yang masuk kategori sangat panas atau ekstrem.
You might be interested :
Dituduh Bunuh Anak Majikan di Saudi, WNI Diminta Bayar Uang Damai Rp120 Miliar
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” kata Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff sebagaimana dilansir dari website Kemenhaj, Minggu, 3 Mei 2026.
Sejauh ini, tercatat sebanyak 6.823 jemaah haji Indonesia menjalani rawat jalan. Kemudian, 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Ada juga 141 jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 59 jemaah masih dalam perawatan hingga saat ini.
Adapun total jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan bahwa seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.
Maria Assegaff menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan haji hingga hari ke-13 Sabtu kemarin berjalan sesuai rencana dan terus menunjukkan peningkatan kualitas layanan.
“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.
Maria juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan.
“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah di Makkah, pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh. Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta didukung dengan kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.
Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan pun jemaah mengalami kendala di lapangan. Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi seluruh jemaah.
Seluruh jemaah juga diharapkan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, demi meraih haji yang mabrur.