
UPdates—Rusia melancarkan serangan rudal balistik dahsyat ke Kyiv dan wilayah sekitarnya sebelum fajar pada hari Rabu waktu setempat. Data sementara, sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dan 44 terluka.
You may also like :
Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina, Luncurkan 1.560 Drone
Serangan besar-besaran itu memanfaatkan kondisi sistem pertahanan udara Kyiv yang kian menipis.
You might be interested :
Presiden Rusia Vladimir Putin Merasa Perang di Ukraina Segera Berakhir
Serangan tersebut memicu kebakaran besar yang memenuhi langit dengan asap, sementara petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencari korban selamat di antara puing-puing.
Ini merupakan serangan besar ketiga terhadap ibu kota tersebut dalam seminggu, di saat Ukraina mengalami kekurangan kritis rudal pencegat untuk sistem pertahanan Patriot—satu-satunya pertahanan andal terhadap rudal-rudal paling canggih milik Rusia.
"Rudal pencegat balistik bisa saja menyelamatkan nyawa mereka yang tewas hari ini," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The New York Times, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menyebutkan jumlah korban tewas awal sebanyak 17 orang. "Sangat penting bagi mitra kami untuk memahami bahwa penundaan pasokan rudal tersebut, atau keengganan menyediakan sistem antibalistik, secara langsung berujung pada jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang mengerikan seperti ini," keluhnya.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa mereka tidak berhasil mencegat satu pun dari 24 rudal balistik dan empat rudal hipersonik yang digunakan Rusia dalam serangan tersebut.
Menurut Angkatan Udara Ukraina, meskipun mereka berhasil menembak jatuh 98 pesawat nirawak (drone), tercatat ada 17 serangan yang menghantam sasaran.
Rudal-rudal tersebut menghantam hanya dalam hitungan menit, sehingga warga sipil memiliki sedikit waktu untuk mencari tempat perlindungan.
Zelensky mengatakan bahwa target utama serangan tersebut adalah fasilitas gudang milik perusahaan sipil.
Fasilitas-fasilitas itu mencakup depo kereta api, perusahaan pembuatan bir, gudang bahan bangunan, dan fasilitas logistik sipil.
Setidaknya delapan orang tewas di sebuah fasilitas kereta api di Brovary, wilayah pinggiran Kyiv, menurut keterangan pejabat setempat.
Tiga orang di antaranya tewas di pusat penyortiran milik Nova Poshta—perusahaan layanan pos dan pengiriman—yang hancur akibat serangan tersebut.
"Laporan awal menunjukkan ditemukannya jenazah di peron kereta api dekat pusat logistik yang menjadi sasaran serangan," demikian pernyataan operator kereta api nasional Ukraina, Ukrzaliznytsia.