
UPdates—Dua jemaah haji Indonesia wafat di Madinah pada Minggu, 3 Mei 2026 waktu Arab Saudi. Dengan demikian, total jemaah yang wafat hingga saat ini berjumlah 9 orang.
You may also like :
Levina, Jemaah Termuda Asal Jateng: Harusnya Mama yang di Sini
Penyebab meninggalnya jemaah haji Indonesia didominasi oleh penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.
You might be interested :
Tak Ada Lagi Petugas Dadakan, DPR Optimis Haji 2026 Lebih Baik
“Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff dalam keterangan pers Senin, 4 Mei 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website Kemenhaj.
Selain sembilan yang meninggal, secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan. Sedangkan yang dirujuk ke klinik dan rumah sakit mencapai 302 orang.
Perinciannya, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Dari jumlah itu, 58 jemaah masih dalam perawatan.
Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan penanganan optimal melalui layanan kesehatan di kloter, sektor, dan fasilitas rujukan.
Saat ini, suhu di Makkah dan Madinah mencapai 39-43 derajat celcius. Makanya, jemaah diimbau menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta menjaga kecukupan cairan guna mencegah dehidrasi.
“Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” tutup Maria.
Kementerian Haji dan Umrah mengajak seluruh jemaah untuk memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kekhusyukan ibadah, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.
Maria Assegaff menyampaikan bahwa operasional haji hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terpantau.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan, baik di embarkasi, Madinah, maupun dalam perjalanan menuju Makkah,” ujar Maria.