Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Austria, Mikhail Ulyanov (Foto: MNA)

AS Diingatkan Percuma Ancam Iran, Rusia: tidak akan Berhasil

9 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, mengkritik Presiden AS Donald Trump karena mengancam Iran, menyatakan bahwa intimidasi tidak akan berhasil terhadap Iran.
  • Ulyanov menegaskan bahwa AS belum memahami bahwa pemerasan dan intimidasi tidak efektif terhadap Iran, dalam menanggapi ancaman Trump terhadap serangan udara.
  • Trump mengancam Iran dengan serangan udara jika tidak ada gencatan senjata, dan menyarankan Iran untuk menandatangani perjanjian untuk menghindari penderitaan.
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menanggapi bahwa Trump menghadapi absurditas dengan mengklaim mencari solusi untuk masalah nuklir sambil mengancam serangan nuklir.
  • Baghaei menyatakan bahwa solusi yang ditawarkan oleh Trump, yaitu 'cahaya besar', adalah absurd dan tidak masuk akal dalam konteks mencari perdamaian dan mencegah krisis nuklir.
  • Perdebatan ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Iran, dengan Rusia ikut campur sebagai pihak yang mengkritik tindakan AS.
  • Kritik dari Rusia dan Iran menekankan bahwa ancaman dan intimidasi tidak akan membawa hasil yang diinginkan dalam menyelesaikan konflik, dan bahwa solusi damai harus dicari melalui diplomasi.
atau

UPdates–Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Austria, Mikhail Ulyanov mengkritik Presiden AS, Donald Trump pada hari Sabtu setelah ia secara implisit kembali mengancam Iran.

You may also like : getty images (12)Hari Ini, Rakyat Amerika Serikat Memilih Presiden Baru

Mikhail Ulyanov dalam sebuah unggahan X menekankan bahwa intimidasi semacam itu percuma dilakukan karena tidak akan berhasil terhadap Iran.

You might be interested : trump netanyahu scTrump dan Netanyahu Kembali Ingin Relokasi Warga Gaza ke Negara Lain

"AS masih belum memahami bahwa pemerasan dan intimidasi tidak berhasil terhadap Iran," tulisnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MNA, Sabtu, 9 Mei 2026.

Pernyataan Ulyanov merupakan reaksi terhadap pernyataan Trump baru-baru ini, yang secara implisit mengancam Iran dengan serangan udara putaran berikutnya.

"Jika tidak ada gencatan senjata… Anda hanya akan melihat satu kobaran api besar keluar dari Iran. Mereka sebaiknya segera menandatangani perjanjian… Jika mereka tidak menandatangani, mereka akan mengalami banyak penderitaan," kata Trump dalam unggahannya di medsos.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei juga menanggapi unggahan Trump. Menurutnya, Trump menghadapi absurditas yang mengerikan dengan mengklaim mencari solusi untuk masalah nuklir sementara secara bersamaan mengancam serangan nuklir.

"Merupakan absurditas yang mengerikan bahwa mereka mengklaim mencari perdamaian dan mencegah krisis nuklir, namun solusi yang mereka usulkan adalah "cahaya besar." NAMUN... (coba tonton film Stanley Kubrick, Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb, 1964)," ujarnya di X sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRIB.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Derek Bok

"Jika kamu berpikir pendidikan itu mahal, cobalah kebodohan."
Load More >