Para petugas penyelamat di lokasi penyelamatan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China utara, Sabtu, 23 Mei 2026. (Foto:Dok.Xinhua/Cao Yang)

Update Kecelakaan Tambang Batu Bara di China: Korban Tewas 82 Orang, 9 Hilang

23 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Kecelakaan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China Utara, telah menewaskan 82 orang dan 9 lainnya masih hilang. Jumlah korban tewas terus bertambah seiring dengan upaya penyelamatan yang berlangsung.
  • Pemerintah China mengerahkan 755 petugas penyelamat dan tenaga medis ke lokasi kejadian untuk membantu upaya penyelamatan dan perawatan korban.
  • Sebanyak 123 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, dengan 2 orang dalam kondisi kritis dan 2 orang dalam kondisi serius, sementara 33 orang lainnya telah kembali ke rumah.
  • Kecelakaan tersebut dipicu oleh ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, yang menyebabkan kadar karbon monoksida melebihi batas maksimum.
  • Presiden China, Xi Jinping, menuntut penanganan yang tepat terhadap dampak kecelakaan dan pertanggungjawaban, serta mengingatkan semua wilayah dan departemen untuk tetap waspada terhadap keselamatan kerja.
  • Upaya penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan korban yang masih hilang dan memberikan bantuan kepada korban yang terkena dampak kecelakaan.
  • Kecelakaan ini merupakan peringatan penting bagi pemerintah dan industri pertambangan di China untuk meningkatkan keselamatan kerja dan mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
atau

UPdates – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China Utara, hingga kini terus bertambah.

You may also like : pexels deeanacreates 3535479Heboh, Mahasiswi di China Mengaku Dipaksa Pihak Kampus ‘Melepas Celana' Saat Cuti Haid

Berdasarkan laporan terbaru Kantor berita pemerintah China, Xinhua yang disadur Keidenesia.TV, Sabtu, 23 Mei 2026 sore, korban tewas saat ini telah mencapai 82 orang, sementara sembilan lainnya masih hilang.

You might be interested : download (3)Tambang Batu Bara Meledak dan Runtuh di China; 8 Orang Tewas, 38 Terjebak

Pemerintah China dilaporkan mengerahkan sebanyak 755 petugas penyelamat dan tenaga medis ke lokasi kejadian. Upaya penyelamatan masih berlangsung.

Sebanyak 123 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, termasuk dua orang dalam kondisi kritis dan dua orang dalam kondisi serius, sementara 33 orang lainnya telah kembali ke rumah.

Sebelumnya pada Jumat, 22 Mei 2026 malam waktu setempat, sebuah tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China Utara dilaporkan meledak dan runtuh.

Akibat insiden yang dipicu ledakan gas tersebut, Presiden China, Xi Jinping disebut menuntut "penanganan yang tepat terhadap dampak kecelakaan tersebut," dan menuntut pertanggungjawaban.

"Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja," ujar Xi Jinping.

Xinhua melaporkan bahwa kadar karbon monoksida di tambang tersebut telah melebihi batas maksimum.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >