
UPdates - Para pengunjuk rasa anti imigran membakar gedung-gedung dan kendaraan di Belfast, ibu kota Irlandia Utara, sehari setelah serangan pisau terekam dalam sebuah video yang mengerikan.
You may also like :
Angin 183 Km/jam Menerjang, Jutaan Orang Dilarang Keluar Rumah di Inggris Raya
Ratusan demonstran, yang umumnya bertopeng, berkumpul di beberapa lokasi di Belfast pada Selasa, 9 Juni 2026 malam.
You might be interested :
Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara, Ratusan Perusuh Bertopeng Menebar Teror
Sebuah bus dan beberapa mobil dibakar, sementara sebuah bangunan di pinggir pusat kota terbakar dan penghuninya harus dievakuasi.
Helikopter polisi berpatroli di atas kota, dan toko-toko tutup lebih awal.
Disadur Keidenesia.TV dari Aljazeera pada Rabu, 10 Juni 2026, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menggambarkan serangan pisau awal, yang terjadi di Belfast utara pada Senin malam, sebagai peristiwa "mengerikan".
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Inggris Raya menyusul pembunuhan seorang mahasiswa yang diborgol oleh polisi saat sekarat akibat luka tusukan setelah pelakunya secara keliru menuduh serangan itu bermotivasi rasial.
Hal ini juga menyusul protes berulang kali terkait imigrasi, dengan partai-partai populis mengatakan bahwa kebijakan suaka Inggris telah memungkinkan orang-orang berbahaya masuk ke negara itu.
Imigrasi telah menjadi isu politik yang sangat sensitif dan telah membantu memicu kebangkitan partai-partai sayap kanan garis keras Reform UK dan Restore Britain dalam jajak pendapat.
Para pemimpin politik Irlandia Utara dan kepala kepolisian wilayah tersebut telah mendesak masyarakat untuk tidak menghasut kebencian dan ketakutan atau menargetkan komunitas tertentu.