
UPdates - Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang merupakan Markas Besar Operasional Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz saat ini ditutup untuk semua kapal.
You may also like :
Jet Tempur Venezuela 2 Kali Bermanuver di Atas Kapal Perang AS, Trump Ancam Tembak, Maduro Siap Melawan
Dalam pernyataannya, Khatam Al Anbiya kapal-kapal mengingatkan bahwa seluruh kapal yang nekat melintas akan diserang langsung oleh pasukan Iran.
You might be interested :
Rilis Video Serangan, Iran Sebut 3 Kapal Perusak AS Rusak Berat dan Mundur, Trump Membantah
Mereka menyebut tindakan ini diambil sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat (AS) di sejumlah wilayah selatan Iran.
"Menyusul tindakan agresi berkelanjutan oleh Amerika Serikat yang kriminal dan mengingat serangan yang dilancarkan oleh militernya terhadap beberapa wilayah di provinsi selatan Hormozgan, Selat Hormuz dengan ini ditutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial," demikian pernyataan Khatam Al Anbiya, dilansir Keideneia.TV dari CNNindonesia, Kamis, 11 Juni 2026.
Mereka menegaskan, "Setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut akan menjadi sasaran."
Pada Kamis dini hari, sejumlah warga mengatakan kepada kantor berita Mehr bahwa ledakan terdengar di Bandar Abbas, Qeshm, Minab, Sirik, Pulau Hengam, dan beberapa daerah lainnya.
Koresponden Mehr juga melaporkan bahwa pertahanan udara telah diaktifkan di Distrik Mohr, Provinsi Fars di barat daya, dan Distrik Assaluyeh di selatan.
Beberapa jam setelah pernyataan Khatam Al Anbiya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa dua kapal tanker minyak telah menjadi target serangan mereka di Selat Hormuz.
Belum diketahui kapal negara mana yang diserang. Belum ada informasi pula mengenai skala kerusakan dan korban jiwa.