
UPdates-Beberapa hari setelah media Israel mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran berada dalam kondisi kritis dan telah dilarikan ke rumah sakit, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, merilis sebuah video tanpa tanggal yang memperlihatkan Mojtaba Khamenei tampak dalam keadaan sehat.
You may also like :
10 Menit Israel Serang Lebih 100 Lokasi di Lebanon, Ribuan Tewas dan Luka, IRGC: Hentikan atau Menyesal!
Video Mojtaba Khamenei tersebut pertama kali dipublikasikan kantor berita yang didukung pemerintah Iran dan dikelola oleh Organisasi Pengembangan Islam milik pemerintah Iran—sebagai upaya untuk menepis spekulasi yang kian berkembang mengenai kesehatan dan keberadaan Khamenei.
You might be interested :
Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Ada di Tempat Rahasia dan Perang Iran belum Berakhir
Sebelumnya pada hari Jumat, laporan media Israel mengklaim bahwa Khamenei berada dalam kondisi sangat kritis.
Channel 14, yang mengutip sumber-sumber di dalam Iran, serta laporan terdahulu dari The Jerusalem Post—yang mengutip media anti-rezim, IranWire dan sumber-sumber yang dekat dengan pemerintahan Presiden Iran Masoud Pezeshkian—melaporkan adanya kekhawatiran mengenai kesehatannya di kalangan pimpinan Iran.
"Kami tidak akan terkejut jika mendengar kabar tentang kesyahidannya dalam waktu dekat," kata salah satu sumber yang dikutip oleh The Jerusalem Post sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Rediff, Minggu, 9 Agustus 2026.
Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi tak lama setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan militer gabungan AS-Israel pada tanggal 28 Februari.
Sejak menjabat, ia tidak pernah tampil di depan umum dan berkomunikasi secara eksklusif melalui pernyataan tertulis.
Laporan menunjukkan bahwa ia terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik akibat serangan awal yang menyasar kompleks kediaman ayahnya; hal ini memaksanya untuk bersembunyi dan berkomunikasi dengan para pejabat senior rezim melalui jaringan perantara yang lambat demi menghindari serangan lanjutan.
Menambah spekulasi mengenai statusnya, Presiden Masoud Pezeshkian mengakui dalam sebuah wawancara televisi pemerintah bahwa interaksi langsung dengan Khamenei saat ini sangat sulit dilakukan.
Berbagai laporan internasional dan regional telah berulang kali mempertanyakan keberadaan fisik serta kapasitasnya.
Pada bulan Juli, saluran berita Saudi, al-Hadath, yang mengutip sumber keamanan Israel, mengklaim bahwa Khamenei tidak berada di Iran.
Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menegaskan dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa pimpinan militer tertinggi Iran telah dilenyapkan; ia mengklaim bahwa Khamenei 90% sudah tamat dan tidak lagi berdaya akibat operasi militer tersebut.
Pejabat pemerintah Iran sebelumnya telah mengecilkan tingkat keparahan cedera awal yang dialaminya, namun absennya sosok tersebut dari penampilan langsung maupun pidato publik secara langsung terus memicu spekulasi hangat di tingkat regional dan internasional mengenai kondisi kesehatan serta stabilitas kepemimpinannya.
Meskipun sumber intelijen Barat dan pihak oposisi kerap mengindikasikan bahwa ia menderita cedera parah atau cedera yang menyebabkan cacat fisik—yang mengakibatkan ia sama sekali tidak muncul di hadapan publik secara langsung dan hanya mengandalkan pernyataan tertulis—para pejabat pemerintah Iran memberikan keterangan yang bertolak belakang.
Perwakilan dari Kementerian Kesehatan Iran sebelumnya menyebut cedera awal tersebut hanya bersifat ringan, dan para pejabat senior menegaskan bahwa ia tetap menjalankan fungsi pengawasan strategis serta memberikan arahan operasional bagi negara.