
UPdates—Jet tempur F-18 Spanyol yang dikerahkan dalam misi pertahanan udara NATO menembak jatuh sebuah drone yang diduga milik Rusia setelah pesawat itu memasuki wilayah udara Rumania pada Minggu pagi, menurut keterangan pihak berwenang.
You may also like :
Trump Sebut Arab Saudi Bisa dengan Mudah Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Kementerian Pertahanan Rumania menyatakan bahwa sistem pengawasannya mendeteksi target udara tersebut pada pukul 04.44 waktu setempat, sekitar 24 kilometer di utara kota Galati di wilayah tenggara.
You might be interested :
Trump Sebut Rusia Macan Kertas, Putin: Kalau Begitu, Hadapi Saja Macan Kertas Ini
Sebagaimana dilaporkan oleh saluran penyiaran Rumania, Antena 3 CNN yang dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kementerian Pertahanan menyebut drone tersebut memasuki wilayah udara Rumania dari arah negara tetangga, Moldova.
Dua jet tempur F-18 Spanyol, yang sebelumnya dikerahkan secara preventif dari Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu, diberi wewenang untuk melakukan tindakan pencegatan setelah berhasil mendeteksi target melalui radar.
Drone itu ditembak jatuh pada pukul 05.01 di atas kawasan tak berpenghuni; operasi tersebut dikoordinasikan melalui Pusat Operasi Udara Gabungan NATO di Torrejon, Spanyol.
Pihak berwenang mengidentifikasi lokasi yang kemungkinan menjadi titik jatuhnya puing di antara wilayah Baleni dan Cudalbi di Kabupaten Galati. Helikopter dikerahkan sebagai bagian dari operasi pencarian puing pesawat tersebut.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan properti segera setelah kejadian.
Markas Besar Tertinggi Sekutu di Eropa (SHAPE) milik NATO menyatakan bahwa asal-usul drone tersebut masih dalam penyelidikan, namun pesawat itu tampaknya berasal dari Rusia.
"Rincian lebih lanjut mengenai insiden hari Minggu ini masih dalam penyelidikan, namun drone tersebut tampaknya milik Rusia," ujar juru bicara Kolonel Martin O’Donnell.
Penjabat Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Toiu, mengatakan bahwa pihak sekutu telah diberi informasi mengenai insiden tersebut.
"Rumania berada di garis depan pertahanan perbatasan NATO dan Uni Eropa. Kami telah memberi tahu sekutu kami dan akan terus membangun pertahanan yang kuat serta kekuatan penangkal di sisi timur," ujarnya di X.
Toiu menyebutkan bahwa ini adalah drone ketiga yang memasuki wilayah udara Rumania secara ilegal dan ditembak jatuh dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.
Penasihat kepresidenan Rumania, Marius Lazurca, menyampaikan terima kasih kepada Spanyol atas perannya dalam operasi tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kepada Spanyol karena telah berpartisipasi dalam misi Patroli Udara NATO!" katanya.
Rumania memiliki perbatasan sepanjang 614 kilometer dengan Ukraina dan telah mengalami sejumlah pelanggaran wilayah udara selama serangan Rusia terhadap pelabuhan-pelabuhan Ukraina di sepanjang Sungai Donau.