Melanie Gradik (kiri) dan pengacaranya, Petra Laback (Foto: AFP/Getty Images)

Wanita Gugat Pemerintah Gara-Gara Toilet yang Dianggap 'Seksis' karena Pria Bisa Kencing Gratis

17 August 2026
Font +
Font -

UPdates—Seorang wanita asal Austria menggugat kota Wina atas tuduhan praktik 'seksis' setelah ia dikenakan biaya untuk menggunakan bilik toilet umum, sedangkan pria dapat menggunakan urinoir tanpa dipungut biaya.

You may also like : bola spain rush spfHasil Lengkap Kualifikasi Piala Dunia dan Uji Coba Internasional Hari Ini

Melanie Gradik (27 tahun), yang telah memulai langkah hukum terhadap ibu kota Austria tersebut, mengatakan bahwa pengalamannya merupakan contoh bagaimana perempuan diperlakukan secara tidak setara dalam kehidupan sehari-hari.

You might be interested : f2 6azfxuaaxedwViral! Kylian Mbappe Marah Besar Dihina Senator Paraguay

Saat itu, ia sedang mengunjungi sebuah taman di kota tersebut bersama teman prianya. Keduanya sama-sama perlu menggunakan fasilitas umum, namun Melanie Gradik harus membayar 50 sen sementara temannya bisa menggunakannya secara gratis.

"Saya sedang berada di taman bersama seorang teman dan kami berdua perlu menggunakan toilet. Dia bisa menggunakannya secara gratis, tetapi saya harus membayar 50 sen. Saya pun berpikir, 'bagaimana mungkin hal itu terjadi?'," kata wanita berusia 27 tahun itu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Daily Mail, Senin, 17 Agustus 2026.

Ia menegaskan hanya ingin keadilan. "Saya ingin semua orang bisa menggunakan toilet dengan kedudukan yang setara. Entah kita semua membayar 50 sen atau tidak ada yang membayar sama sekali. Ini hal kecil, tetapi juga merupakan contoh bagaimana perempuan diperlakukan secara tidak setara dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Melanie Gradik kini telah mengajukan gugatan hukum terhadap Wina, dengan argumen bahwa kebijakan membebankan biaya akses toilet umum secara khusus kepada perempuan melanggar undang-undang anti-diskriminasi kota tersebut.

Pengacaranya, Petra Laback mengatakan, jika ia memenangkan kasus ini, hal itu tentu akan berdampak pada pemerintah kota lainnya.

Menurut Petra Laback, kasus ini dapat menciptakan preseden di seluruh Austria.

Petra Laback mengatakan bahwa fakta adanya fasilitas umum yang menyediakan urinoir gratis bagi pria menciptakan ketimpangan antara kedua jenis kelamin.

"Pria memiliki alternatif gratis tambahan, sedangkan perempuan tidak," ujarnya.

Saat ini, Wina memiliki 168 fasilitas toilet yang dikelola pemerintah kota, dan 139 di antaranya dapat digunakan secara gratis.

Menurut pihak berwenang kota, 29 fasilitas yang mengenakan biaya tersebut melakukannya karena mereka mempekerjakan petugas kebersihan/penjaga toilet.

"Di lokasi yang sangat ramai dengan tingkat penggunaan tinggi, pengawasan diperlukan demi alasan organisasi untuk menjamin penggunaan yang tepat serta kebersihan fasilitas. Di ke-29 fasilitas ini, biaya penggunaan sebesar 50 sen harus dibayarkan untuk penggunaan bilik toilet oleh siapa pun, tanpa memandang jenis kelamin," jelas Sandra Holzinger, juru bicara pemerintah kota.

Ia menambahkan bahwa urinoir juga disediakan untuk mencegah pengotoran akibat buang air kecil di ruang publik.

Namun, Anna Gamper, seorang profesor hukum di Universitas Innsbruck, mengatakan bahwa sistem ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesetaraan.

Menurut hukum Austria, pembedaan antara pria dan wanita hanya boleh dilakukan jika terdapat alasan pembenaran khusus yang objektif.

Dalam kasus toilet umum, alasan pembenaran semacam itu tampaknya tidak ada karena biaya pembangunan, pemeliharaan, dan pembersihan bilik toilet maupun urinoir pada dasarnya sama, ujar sang profesor.

Bahkan jika biaya pemeliharaan bilik toilet sedikit lebih mahal atau konsumsi airnya lebih banyak, hal itu belum tentu cukup untuk membenarkan perbedaan harga dibandingkan dengan urinoir, tambahnya.

Ia mengatakan bahwa argumen yang menyatakan pria juga harus membayar untuk menggunakan bilik toilet tidaklah kuat, karena pria masih memiliki pilihan fasilitas gratis yang tidak tersedia bagi wanita.

Menurut pandangan Gamper, wanita seharusnya tidak dirugikan secara finansial akibat anatomi tubuh mereka atau karena mereka membutuhkan bilik toilet demi alasan keamanan, misalnya.

Wanita di Austria menghadapi sejumlah biaya tambahan dibandingkan pria dalam kehidupan sehari-hari, seperti harus membayar produk menstruasi dan kosmetik yang lebih mahal, menurut juru bicara Elke Hanel-Torsch, perwakilan urusan perempuan di kota Wina.

Dalam kesepakatan koalisi untuk pemerintahan kota, Partai Demokrat Sosial dan kaum liberal berjanji untuk memperluas penyediaan toilet umum serta mengkaji apakah toilet umum dapat digratiskan bagi semua orang.

Di taman Augarten, toilet umum baru dibuka tahun lalu untuk menggantikan fasilitas lama; toilet ini dirancang agar dapat diakses secara gratis oleh siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >