
UPdates—Savinho merampungkan kepindahannya senilai £75 juta (Rp1,8 triliun) dari Manchester City ke Tottenham Hotspur dan menandai awal babak baru dalam kariernya dengan mengganti namanya.
You may also like :
Hasil dan Klasemen Liga Inggris dan Liga Spanyol, Kamis, 5 Desember 2024
Pemain sayap asal Brasil ini—yang nilai transfernya bisa bertambah hingga £10 juta melalui klausul tambahan—akan mengenakan nama Sávio di punggung jerseynya.
You might be interested :
Spurs Juara, MU Menangis, Ini Daftar Juara Liga Europa dan Kolektor Gelar Terbanyak
Angka ini mencatatkan rekor penjualan bagi City, yang sebelumnya merekrutnya dari Troyes pada tahun 2024 dengan harga £30,8 juta.
Kesepakatan untuk Sávio menjadikan total belanja musim panas Spurs mencapai £304,5 juta, dan mereka belum berhenti sampai di situ.
Mereka hampir mencapai kesepakatan untuk merekrut penyerang City, Omar Marmoush, dengan harga antara £50 juta hingga £75 juta. Mereka juga sedang memantau Cody Gakpo dari Liverpool.
Pelatih Spurs, Roberto De Zerbi, sangat ingin menambah daya gedor lini serangnya; keinginan ini semakin kuat setelah timnya kalah 0-3 di kandang Brentford pada pekan pembuka musim Liga Premier.
Sávio lebih suka bermain di sayap kanan, posisi yang memungkinkannya melakukan tusukan ke tengah menggunakan kaki kirinya yang lebih dominan.
Saat melawan Brentford, De Zerbi menurunkan pemain berusia 18 tahun, Mikey Moore, di posisi sayap kanan. Pilihan lainnya untuk posisi tersebut adalah Mohammed Kudus, yang menurut De Zerbi "hampir siap" kembali bermain setelah mengalami cedera paha pada bulan Januari.
Sávio mencatatkan tiga gol dan 13 assist di semua kompetisi pada musim pertamanya di City, dengan 10 di antaranya dicetak di Liga Premier.
Performanya sedikit menurun pada musim berikutnya, dengan torehan empat gol dan tiga assist di semua kompetisi. Ia hanya mencetak dua gol dalam 53 penampilan di Liga Premier.
"Butuh waktu cukup lama, tetapi saya sangat senang bisa berada di sini," ujar pemain berusia 22 tahun itu kepada situs web Spurs sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Guardian, Selasa, 25 Agustus 2026.
"Begitu berbicara dengan pelatih kepala, saya tahu saya harus datang. Dia mengatakan ingin membantu saya mencapai level tertinggi, dan saya yakin kami bisa mewujudkannya bersama-sama sebagai sebuah tim," lanjutnya.
De Zerbi mengatakan bahwa Sávio adalah pemain yang menghadirkan energi, imajinasi, dan kualitas saat bermain di posisi sayap.
“Dia memiliki keberanian untuk menghadapi pemain bertahan lawan dan kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan berkat kreativitasnya," pujinya.