
UPdates—Seorang perampok bertopeng di Argentina menyela aksi perampokannya sendiri untuk melayani pelanggan yang tidak curiga—memindai barang belanjaan, menerima pembayaran via QR, dan menyerahkan struk.
You may also like :
Heboh Pria Bawa Jenazah Saudarinya ke Bank untuk Cairkan Uangnya, Marah karena Dimintai Surat Kematian
Insiden unik ini terjadi di sebuah toko di Cipolletti, Argentina, sekitar pukul 15.30 pada tanggal 4 September 2026 lalu.
You might be interested :
Video Detik-Detik Perampok Bertopeng Ledakkan Truk Pengangkut Uang di Jalan Tol Italia
Rekaman CCTV memperlihatkan dua pria bertudung memasuki toko dengan berpura-pura menjadi pelanggan.
Salah satu pria berjaga di dekat pintu masuk sementara yang lainnya menyelinap ke balik meja kasir, tempat seorang karyawan sedang menghitung uang hasil penjualan hari itu.
Dalam rekaman CCTV, perampok tersebut memaksa karyawan itu masuk ke kamar kecil dan menguncinya di dalam.
Perampokan itu berubah arah secara tak terduga ketika seorang wanita tiba-tiba masuk dengan niat berbelanja.
Alih-alih melarikan diri atau mengusir wanita itu, pria bertopeng tersebut memutuskan untuk berpura-pura menjadi karyawan.
Pelanggan itu mengambil sebotol air dari lemari pendingin dan meminta sebungkus rokok kepada pencuri yang sedang menyamar itu.
Pria itu memindai kedua barang tersebut, menerima pembayaran melalui kode QR, dan menyerahkan struk.
Wanita itu kemudian menyalakan rokok dan berlalu pergi, tampaknya tidak menyadari bahwa ia baru saja dilayani di tengah-tengah aksi perampokan.
Setelah wanita itu pergi, kedua tersangka mengambil sisa uang tunai, laci uang lotre, dan ponsel karyawan tersebut sebelum melarikan diri.
Pemilik toko menemukan setidaknya satu sisi positif dari aksi singkat perampok itu saat berada di balik meja kasir.
"Setidaknya selama perampokan ini, dia mulai melayani pelanggan dan memberikan saya kembali beberapa peso melalui QR dari hasil pembelian tersebut," kata sang pemilik sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Clay Tribune, Minggu, 13 September 2026.
Toko di Cipolletti tersebut dilaporkan pernah dirampok satu kali pada minggu-minggu sebelumnya.
Laporan setempat menyebutkan bahwa karyawan yang terlibat dalam insiden terbaru ini kemudian mengundurkan diri karena merasa ketakutan akibat peristiwa tersebut.
Penyelidikan atas perampokan di Cipolletti ini belum membuahkan hasil. Belum ada penangkapan yang dilaporkan, dan polisi sedang berupaya mengidentifikasi kedua tersangka melalui rekaman CCTV.