
UPdates—Benar-benar suami kejam dan menjijikkan. Seorang pria di Inggris membius dan memperkosa istrinya sendiri selama 21 tahun. Yang paling mengejutkan, ia mengajak pria-pria lain ikut merudapaksa sang istri sejak 8 tahun lalu.
You may also like :
Digertak Rusia karena Bantuan Drone ke Ukraina, Inggris tak Gentar
Saat diadili di Pengadilan Manchester Minshull Street Crown Court pada hari Senin, 14 September 2026 waktu setempat, pria tersebut menangis ketika mengaku bersalah telah membius dan memerkosa istrinya tanpa sepengetahuan sang istri selama lebih dari dua dekade.
You might be interested :
Pahlawan Penembakan Pantai Bondi Tersandung Kasus KDRT
Pria tersebut—yang identitasnya dirahasiakan demi melindungi hak hukum istrinya untuk tetap anonim seumur hidup—sebelumnya telah mengakui lima dakwaan pemerkosaan, tiga dakwaan kekerasan seksual, enam dakwaan kekerasan seksual berupa penetrasi, dan satu dakwaan penyebaran foto intim.
Korban duduk di barisan depan ruang sidang umum didampingi keluarganya saat pria itu mengubah pengakuannya menjadi bersalah atas 45 dakwaan tambahan di Pengadilan Manchester Minshull Street Crown Court pada hari Senin.
Jaksa penuntut menyatakan bahwa pria itu membius istrinya di rumah mereka di kawasan Stockport, Greater Manchester, dan sang istri sama sekali tidak menyadari apa yang sedang terjadi.
Ia dituduh mengajak pria-pria lain untuk turut serta dalam tindakan kekerasan seksual tersebut sejak September 2018 hingga penangkapannya pada November 2025.
Pada hari Senin, pria berusia 60-an tahun asal Stockport, Greater Manchester, itu mengakui perbuatan serupa yang telah berlangsung sejak tahun 2004, termasuk tindakan memberikan zat tertentu dengan niat membuat istrinya tidak sadarkan diri atau tidak berdaya antara tahun 2004 dan 2025.
Mengenakan setelan jas abu-abu tua, kemeja biru, dan dasi biru, ia sempat menangis saat menyampaikan pengakuannya dari kursi terdakwa dan diizinkan duduk untuk menjawab sisa dakwaan lainnya.
“Fokus kami tetap pada upaya mendukung korban dari rangkaian kekerasan seksual yang mengerikan ini di tengah proses penyelidikan yang sangat rumit. Dukungan khusus terus diberikan kepada korban yang menjadi pusat kasus ini,” kata Asisten Kepala Polisi Rick Jackson sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Selasa, 15 September 2026.