Detik-detik saat Aris Sanda dipaksa membuat pernyataan dukungan Papua merdeka (Foto: X)

Sudah Nyatakan Dukung Papua Merdeka Sebagai Usaha Terakhir Bertahan Hidup, Sopir Asal Toraja Tetap Ditembak Mati

16 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Sopir travel bernama Aris Sanda sudah berjuang untuk bertahan hidup. Ia bahkan bersedia menyatakan dukungannya untuk Papua Merdeka.

You may also like : korban penyanderaan di jila seputarpapua 1789349028Update Penyanderaan 9 Perempuan oleh KKB di Mimika: Satu Korban Berhasil dievakuasi

Namun, usahanya sia-sia. Ia tetap dieksekusi dan ditembak mati organisasi Papua merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

You might be interested : sukamta igDPR Minta Pemasok Senjata KKB Papua Diungkap

Video saat warga asal Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu memberikan pernyataan dukungan untuk Papua merdeka viral di media sosial.

Dari rekaman video beredar, sopir itu tampak  ditodong menggunakan senjata api laras panjang hingga panah.

Korban lalu dipaksa menyampaikan dukungan untuk kemerdekaan Papua sembari memegang bendera Bintang Kejora.

Selama korban berbicara, salah satu anggota KKB menodongkan senjata laras panjang ke arah kepalanya. Korban diduga dieksekusi setelah pembuatan video itu selesai.

Pembunuhan sadis terhadap Aris Sanda terjadi di Jalur Wamena menuju Mbua, Jayawijaya, Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 06.00 Wita. Korban saat itu sedang membawa penumpang dan diadang di kawasan tanjakan Gunung Boy.

Saat kejadian, korban sedang membawa sejumlah penumpang, diantaranya pendeta TH (38), Ns (23), Ps (32), Se (26), Yt (18), Gr (11), Sa (13), serta Di dan Si.

Rombongan kendaraan lajuran itu dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata yang lantas melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang.

Para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa menuju arah kawasan Danau Habema.

Di lokasi itulah para pelaku diduga menembak mati korban, tepatnya di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora.

Foto yang beredar memperlihatkan korban yang sudah meninggal duduk di kursi depan mobil dengan darah tampak di bagian pintu. Sementara di foto lain, mobil sudah dalam kondisi hangus terbakar.

"Aris Sanda alias bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. Wirya Arthadiguna sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dalam keterangannya, Rabu, 16 September 2026.

Setelah menerima laporan, TNI langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan menemukan jenazah korban dalam mobil yang sudah dalam kondisi hangus.

"Koops TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," jelas Wirya.

Penyelidikan peristiwa ini sedang berlangsung dan aparat sedang mencari keberadaan para pelaku sadis tersebut.

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman," ujar Wirya.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan itu dan menyebutnya dilakukan di bawah komando TPNPB Kodap III Ndugama Darakma.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menuding para pendatang non-Papua sebagai mata-mata Negara Indonesia.

Aris Sanda adalah warga asal Toraja kedua yang tewas dibunuh di Papua dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Aprida Rapi' (49), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Tana Toraja yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, tewas ditembak oleh anggota KKB di Papua Pegunungan.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >