
UPdates—Setidaknya enam siswa tewas dan 17 lainnya terluka dalam insiden penembakan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di wilayah selatan Filipina pada hari Jumat, 18 September 2026.
You may also like :
Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 76 Tewas dan 13 Hilang
Penembakan massal itu disampaikan Departemen Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial negara tersebut.
You might be interested :
Penembakan di Sekolah Thailand, 7 Tewas, Siswa Pelaku Habisi Kakek dan Neneknya Lebih Dulu
Peristiwa nahas ini terjadi di Banga National High School di kota Banga, provinsi Cotabato Selatan.
GMA Network melaporkan, pelaku penembakan, yang diduga merupakan seorang siswa, termasuk di antara korban tewas.
Kegiatan belajar-mengajar di semua tingkat pendidikan di seluruh wilayah Banga segera dihentikan menyusul insiden tersebut, menurut Kantor Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Kota Banga.
Departemen Pendidikan menyatakan sangat prihatin atas penembakan tersebut dan sedang berkoordinasi dengan pihak sekolah, otoritas setempat, serta aparat penegak hukum untuk mengetahui kronologi kejadian dan memberikan bantuan.
"Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesejahteraan para siswa, guru, dan staf sekolah," ujar pihak departemen sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Jumat, 18 September 2026.
Layanan pertolongan pertama psikologis, serta dukungan kesehatan mental dan psikososial, akan disediakan bagi mereka yang terdampak.
Departemen tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi selama pihak berwenang melakukan penyelidikan atas penembakan ini.
Serangan hari Jumat ini terjadi sebulan setelah insiden penembakan di Universitas Ateneo de Zamboanga, Filipina selatan, yang menewaskan dua orang—termasuk pelaku penembakan yang merupakan seorang mahasiswa—pada 18 Agustus lalu.
Pihak berwenang belum mengungkapkan kemungkinan motif di balik penembakan terbaru ini.