
UPdates—Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Irjen (Purn) Mashudi dicecar pertanyaan dan kritik di ruang Komisi XIII DPR RI, Senin, 28 September 2026.
You may also like :
Soal Pasal Penghinaan Presiden di KUHP Baru, Istana: Itu Lebih Baik
Anggota DPR bahkan memintanya mundur setelah video viral ditemukannya klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.
You might be interested :
Usai Sidak Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dinonaktifkan
Menanggapi desakan itu, ia menolak mundur dari jabatannya. Mashudi menyatakan, dirinya masih sanggup menjalani tugas sebagai Dirjen PAS.
"Ini terkait lagi juga dengan warga binaan. Kalau lapas, petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan, bahkan kalau terbukti secara nyata bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan, Pak, tapi diberhentikan," kata anggota Komisi XIII DPR Yanuar Arif Wibowo sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kompas.com, Senin, 9 September 2026.
"Kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini, entah suap-menyuap, entah pemerasan, ini juga harus diproses. Ini Pak Dirjen masih sanggup enggak, Pak, ngurus ini nih, Pak?" lanjut politikus Fraksi PKS itu.
"Masih," teriak Mashudi.
Menurut Yanuar, jika Mashudi sudah tidak sanggup menata dan merotasi para pegawai Ditjen Pemasyarakatan maka lebih baik dia berhenti saja.
"Kalau Bapak enggak sanggup, Bapak mundur juga. Semua ini di dalam pengawasan Pak Dirjen," tegur Yanuar.
Yanuar juga mengingatkan Mashudi betapa pentingnya reward and punishment bagi petugas setelah ia mendapati yang bersangkutan mempromosikan petugas yang bermasalah.
"Ini catatan saya berikutnya, Pak. Kasi Binadik, ada di sini enggak? Yosep. Kamu maju sini. Kenapa saya sampaikan reward and punishment ini penting di dalam rotasi dan mutasi petugas lapas. Pertama, Pak Wisnu terlalu lama di sana, tiga tahun di sana," kata Yanuar.
"Yang kedua, temuan ini ada Kasi Binadik, Pak Yosep, yang tahun 2024 bertugas di Rutan Narkoba Salemba. Benar ya, Pak Yosep, ya? Sebagai Kepala Satuan Pengamanan Rutan, yang pada saat Anda dinas di sana, ada tujuh narapidana narkoba kabur. Benar?" lanjut Yanuar bertanya.
"Benar," kata Yosep.
"Coba bisa dibayangkan, Pak. 2024 Mas Yosep ini sebagai Kepala Pengamanan Rutan, tujuh narapidana kabur, 2024 bulan November. Sekarang promosi jabatan, jadi Kasi Binadik di Cibinong. Di mana tanggung jawab Pak Dirjen dalam memutasi, merotasi jabatan seperti ini, Pak?" tegas Yanuar.
Dengan tegas, Yanuar meminta Mashudi untuk tidak main-main dalam melakukan rotasi. Dia menekankan bahwa rotasi jabatan bukanlah ajang konsolidasi dan untuk saling menutupi kesalahan.
"Dan yang lebih mengerikan lagi kalau ini dijadikan sebuah instrumen untuk penyelewengan. Maka saya minta Pak Dirjen tadi, kalau masih sanggup, bereskan ini, Pak. Jangan like or dislike, apalagi kalau urusan setor-menyetor. Ini semua terbuka, Pak, bisa dilihat rekam jejaknya. Maka saya sampaikan, kalau Pak Dirjen enggak sanggup, lebih gentle mundur, Pak," tegas Yanuar.