
UPdates—Seorang mantan pejabat kontraterorisme CIA menyoroti kejanggalan dalam penjelasan Presiden AS, Donald Trump mengenai dugaan rencana serangan teror di Inggris baru-baru ini.
You may also like :
CIA Peringatkan Italia, Spanyol, dan Prancis Kemungkinan Diserang Rusia dengan Drone
Ia menyebut salah satu versi kejadian tersebut agak mengada-ada. Eks pejabat CIA itu bahkan menganggap komentar publik Trump agak memalukan.
You might be interested :
Menlu Iran Tegaskan Mereka Siap Perang "Kiamat", Trump Bilang Negosiasi Akan Dilanjutkan
Phil Mudd, mantan pejabat kontraterorisme CIA dan mantan penasihat intelijen senior FBI, berbicara dengan Jake Tapper dari CNN pada Senin waktu AS setelah Trump mengklaim bahwa pihaknya telah memiliki tersangka yang sedang diselidiki sebelum penangkapan dilakukan terkait dugaan rencana serangan yang menargetkan sebuah pangkalan militer Inggris yang turut dipakai Amerika dalam perang melawan Iran.
Bagi Mudd, penjelasan Trump membuatnya bingung.
"Saya memiliki pengalaman yang setara dengan '200 tahun usia anjing' (pengalaman yang sangat panjang) dalam penyelidikan semacam ini, dan kasus yang satu ini agak membingungkan," kata Mudd sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Raw Story, Selasa, 29 September 2026.
Ia pertama-tama mempertanyakan gagasan bahwa pihak berwenang langsung bertindak hanya setelah seorang warga sipil melaporkan adanya aktivitas mencurigakan.
"Wah, hal itu terdengar agak mengada-ada dalam situasi seperti ini," ujarnya.
Pernyataan Trump yang menyebutkan bahwa para tersangka sebenarnya sudah berada dalam pengawasan kata Mudd juga menimbulkan pertanyaan.
"Hal itu juga tidak masuk akal, karena jika Anda sedang mengawasi seseorang, Anda tidak akan menjalankan operasi saat berada di kawasan berisiko tinggi yang dipenuhi warga sipil," jelasnya.
Mudd mengatakan ia tidak tahu persis apa yang terjadi, namun ia secara khusus menyoroti tindakan Trump yang secara terbuka mengisyaratkan bahwa AS turut berperan dalam penyelidikan yang dipimpin oleh pihak Inggris.
"Jika pihak Inggris yang memimpin penyelidikan dan pihak Amerika menyatakan bahwa kita sebenarnya terlibat dalam penyelidikan tersebut, hal itu agak memalukan," kata Mudd.
Menurutnya, Trump tidak pantas melontarkan klaim seperti itu. "Anda tidak seharusnya mengatakan hal itu. Pihak Inggris yang memimpin. Kita hanya berperan di posisi pendukung," tandasnya.