
UPdates—CIA memperoleh informasi intelijen mengenai potensi serangan pesawat nirawak (drone) Rusia terhadap Spanyol, Prancis, atau Italia dan telah membagikan informasi tersebut kepada sejumlah pemerintah Eropa.
You may also like :
69 Dokumen Baru Dibuka, CIA Peringatkan Ancaman Serangan Pesawat Berisi Bahan Peledak 3 Tahun Sebelum 9/11
Demikian dilaporkan surat kabar Spanyol El Mundo pada hari Rabu, 23 September 2026 waktu setempat mengutip sumber anonim yang dekat dengan Kementerian Pertahanan Lituania, sumber diplomatik di negara Baltik, serta beberapa analis pertahanan.
You might be interested :
Fakta Colosseum Roma, Panggung Paling Brutal dalam Sejarah Manusia
Sumber yang dekat dengan Kementerian Pertahanan Lituania mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Rusia dapat melancarkan serangan dari laut dengan menyembunyikan drone di dalam kontainer pengiriman di atas kapal.
Ia mengibaratkan rencana tersebut dengan "Operasi Spiderweb" milik Ukraina, di mana drone yang diselundupkan ke Rusia digunakan untuk menyerang pangkalan udara militer.
Menurut laporan tersebut, pihak berwenang Lituania mengetahui jenis drone yang akan digunakan: Gerbera, yang memiliki berat hingga 18 kilogram dan dikabarkan memiliki jangkauan hingga 600 kilometer.
El Mundo memaparkan bahwa sebuah kapal niaga dapat mengangkut beberapa drone semacam itu dan meluncurkannya menggunakan ketapel.
Para jurnalis mencatat bahwa satu unit Gerbera saja tidak akan mampu menghancurkan fasilitas besar, namun drone tersebut dapat memicu kebakaran, merusak peralatan, atau melumpuhkan operasi pelabuhan atau bandara untuk sementara waktu.
Tujuan utamanya mungkin adalah menimbulkan dampak ekonomi dan politik, serta kerusakan materiil.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Novaya Gazeta Europe, menurut laporan El Mundo, Italia, Spanyol, dan Prancis mungkin dipilih karena ketiganya dijadwalkan menggelar pemilihan umum pada tahun 2027.
Kekuatan politik domestik dapat memanfaatkan sentimen kelelahan akibat perang dan ketakutan akan eskalasi konflik dalam kampanye mereka, catat surat kabar tersebut.
Lituania, seperti negara-negara lain, mengetahui kemungkinan serangan tersebut tak lama setelah kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pada 25 Agustus, lapor El Mundo.
Sumber diplomatik di sebuah negara Baltik yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar itu bahwa mereka mengetahui kunjungan tersebut sebelumnya dan kemudian menerima informasi mengenai apa yang dibahas Ratcliffe dengan para pimpinan badan keamanan Rusia.
CIA juga telah memperingatkan Polandia mengenai kemungkinan serangan Rusia yang bertujuan mengguncang stabilitas sistem perbankan negara tersebut, demikian dilaporkan oleh Newsweek edisi Polandia pada 23 September.
Menurut laporan tersebut, ancaman itu mungkin melibatkan infrastruktur telekomunikasi bawah laut di wilayah Baltik yang menjadi tumpuan sistem perbankan internasional.