
UPdates - Pemerintah Amerika Serikat akhirnya menarik seluruh pasukannya dari Irak pada Rabu, 30 September 2026. Penarikan ini mengakhiri kehadiran militer AS di Irak yang telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun.
You may also like :
Sudah 2 Kali Disuntik Mati, Terpidana Masih Hidup, Kasus Cinta Remaja 1995 Silam yang Takut Pacar Diambil Teman Sekelas
Kehadiran militer AS di Irak bermula dari invasi pada 2003 yang bertujuan menggulingkan Saddam Hussein.
You might be interested :
Trump Sebut Iran akan Menyerah, Teheran: Dia Terjebak Dilema dan Putus Asa
Sebelumnya, pada akhir 2011 lalu, AS sebenarnya telah menarik pasukannya dari Irak. Namun, pasukan AS kembali ke Irak untuk membantu militer negara tersebut melawan ISIS dalam perang pada 2014 hingga 2017.
Pemerintah Irak mengatakan penarikan pasukan koalisi menghilangkan alasan yang digunakan faksi-faksi militan kuat yang didukung Iran untuk mempertahankan senjata mereka.
Pada hari Kamis, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi mengumumkan tanggal 30 Juni sebagai batas waktu baru bagi faksi-faksi bersenjata untuk menyerahkan senjata mereka kepada negara.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, menyambut penarikan pasukan AS dari Irak sebagai "kemenangan bersejarah" dan menyerukan agar pasukan Amerika meninggalkan Timur Tengah.
"Garda Revolusi mengucapkan selamat kepada bangsa Irak yang bangga, front persatuan Perlawanan Islam, dan para pejuang revolusioner dunia Islam atas kemenangan bersejarah ini,” kata Garda Revolusi sebagaimana disadur Keidenesia.TV dari Arabnews.com, Kamis, 1 Oktober 2026.