
UPdates - Kemenangan telak Partai Demokrat pada pemilu paruh waktu atau pemilu sela (midterm election) Amerika Serikat, Selasa, 3 November 2026, dengan menyapu kursi mayoritas di Senat dan juga Dewan Perwakilan (DPR), menuai beragam reaksi dari sejumlah kepala negara.
You may also like :
Trump Peringatkan Pemakzulan Dirinya akan Hancurkan Partai Demokrat
Tak sedikit yang secara terang-terangan menyambut baik hasil pemilu paruh waktu AS tersebut dan menyerang kekalahan Presiden Donald Trump dan Partai Republik yang dipimpinnya.
You might be interested :
Habis Triliunan tapi Partai Republik Tetap Kalah, Elon Musk: Laser Luar Angkasa Saya tidak Berhasil
Lewat tulisan di akun X-nya, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menyatakan hasil pemilu sela AS menunjukkan bahwa rakyat Amerika menentang kebijakan yang "memiskinkan rakyat".
"Kemarin, masyarakat Amerika memberikan suara menentang kebijakan yang hanya membuat orang semakin miskin. Menentang kebencian. Menentang seksisme. Menentang penyangkalan perubahan iklim dan menentang hak istimewa kaum elit. Itu terjadi di Brasil. Itu baru saja terjadi di AS. Dan itu akan segera terjadi di Spanyol. Gelombang sayap kanan ekstrem yang coba dimanfaatkan Feijóo dan Abascal tidak lagi tumbuh: gelombang itu sedang runtuh," tulis Pedro Sanchez.
Hitung cepat sejauh ini menunjukkan Demokrat memenangkan 54 kursi di Senat, sedangkan Republik 44 kursi. Sementara dalam perebutan kursi di DPR, Demokrat meraup 238 kursi, jauh dari Republik yang hanya 147 kursi.
Pemilu paruh waktu atau pemilu sela (midterm elections) adalah pemilihan umum di Amerika Serikat yang diadakan setiap dua tahun sekali, tepat di pertengahan masa jabatan presiden yang berlangsung selama empat tahun.