Personel militer mengevakuasi jenazah korban serangan Rusia di Komyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, pada hari Selasa. (Foto: Dmytro Smolienko / Ukrinform via Getty)

Rusia Bom Tempat Penyaluran Bantuan Ukraina, 40 Tewas dan 59 Hilang, Moskow Klaim 25 Tentara Jadi Korban

5 November 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

Updates—Jumlah korban tewas akibat pengeboman Rusia di sebuah titik penyaluran bantuan di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, pada hari Senin meningkat menjadi 40 orang. Selain itu, 59 orang masih dinyatakan hilang.

You may also like : ukraina diserangSerangan Mengerikan Rusia di Ukraina: 29 Tewas, 48 Hilang, dan 73 Terluka

Peristiwa ini menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil tahun ini.

You might be interested : layanan darurat ukraina kereta diserangSerangan Drone Rusia di Stasiun Kereta Api Ukraina Tewaskan 14 Orang

Serangan tersebut terjadi sehari setelah gencatan senjata lokal—yang ditengahi oleh Amerika Serikat—berakhir, dan kurang dari sepekan sebelum Amerika Serikat dijadwalkan mempertemukan delegasi Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi untuk membahas pengakhiran perang yang kini telah memasuki tahun kelima.

Rekaman Reuters pada hari Rabu memperlihatkan sejumlah pria berseragam militer memasukkan jenazah yang terbungkus kantong plastik putih ke bagian belakang sebuah mobil van di desa Komyshuvakha, yang telah diserang berkali-kali.

Alat berat ekskavator tampak menggali tanah di dekat kawah ledakan besar, sementara tim penyelamat mencari jenazah di bawah reruntuhan.

Sebagaimana dilansir dari NBC News, Kamis, 5 November 2026, Ivan Fedorov, salah satu kepala Dewan Pertahanan Regional Zaporizhzhia, menulis di Telegram bahwa 59 orang dinyatakan hilang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pasukan Rusia menjatuhkan bom udara ke sebuah bangunan sekolah bawah tanah yang digunakan sebagai titik penyaluran bantuan saat warga tiba untuk mengambil bantuan, kemudian kembali menghantam tempat perlindungan tersebut dengan bom tambahan.

Kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut sudah lama dihentikan karena lokasinya yang dekat dengan garis depan — Komyshuvakha terletak sekitar 17,7 km dari posisi terdekat pasukan Rusia — namun bangunan itu berfungsi sebagai tempat perlindungan dan lokasi penyaluran bantuan kemanusiaan setiap hari Senin, ujar Zelenskyy.

Dua anggota tim penyelamat dan empat petugas kepolisian termasuk di antara korban tewas, menurut keterangan layanan darurat.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar unit-unit militer Ukraina di sekitar Komyshuvakha dan dua permukiman lainnya, serta menyebutkan bahwa 25 tentara Ukraina tewas dalam serangan itu.

Baik Rusia maupun Ukraina sama-sama membantah dengan sengaja menargetkan warga sipil.

Rekaman dramatis

Rekaman kamera tubuh (bodycam) milik salah satu petugas polisi yang tewas dalam serangan itu — yang diunggah oleh kepolisian Ukraina dan diverifikasi oleh Reuters — memperlihatkan puing-puing dan bangunan yang rusak parah pascaserangan udara awal.

Dalam rekaman tersebut, petugas polisi itu menyebutkan bahwa area tersebut terancam oleh pesawat nirawak dan tampak sempat berlindung sejenak di dalam kerangka bangunan yang hancur akibat pengeboman.

Selanjutnya dalam rekaman itu, terlihat 15 hingga 20 orang berpakaian sipil berkumpul di luar pintu masuk tempat perlindungan bawah tanah, ketika muncul peringatan melalui radio bahwa bom luncur (glide bomb) Rusia sedang mengarah ke desa tersebut.

Para warga bergegas menuruni beberapa anak tangga menuju sebuah ruangan, sementara petugas polisi yang mengenakan kamera tubuh masuk melalui sebuah pintu ke tempat yang tampak seperti pos polisi sementara.

Tiga pria lain dan seorang wanita terlihat dalam detik-detik terakhir sebelum terjadi ledakan besar dan layar kamera menjadi gelap.

Dalam unggahan media sosial yang menyertai rekaman tersebut, kepolisian nasional menyatakan bahwa beberapa serangan menghantam area itu, termasuk serangan menggunakan bom FAB seberat 3 ton — sebuah bom berukuran besar yang dilengkapi dengan perangkat luncur (glide kit) yang memungkinkannya terbang dalam jarak jauh setelah dijatuhkan dari pesawat tempur Rusia.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >