
UPdates—Rusia saat ini tidak mampu melancarkan invasi ke negara NATO mana pun, berkat perlawanan Ukraina.
You may also like :
Komandan NATO Sebut Putin Semakin Berbahaya, PM Estonia: Seperti Tikus yang Terpojok
Seorang jenderal Polandia, Letnan Jenderal Piotr Błazeusz menegaskan hal itu pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.
You might be interested :
Eropa Tegang! Rusia Ancam Lenyapkan Warsawa dari Peta dalam 2 Hari Jika Polandia Terlibat Perang
Perwakilan militer Polandia untuk NATO dan Uni Eropa itu menambahkan bahwa Rusia mungkin mencoba menimbulkan masalah dan terus melakukan eskalasi melalui aktivitas hibrida yang berada di bawah ambang batas perang.
Menurut Błazeusz, aktivitas-aktivitas ini sebagian bertujuan untuk melemahkan negara-negara Barat dan mempersiapkan landasan bagi kemungkinan tindakan di masa depan yang akan menguji pihak Barat.
Ia mengatakan bahwa ancaman terhadap Celah Suwałki (Suwałki Gap)—wilayah strategis yang menghubungkan Polandia dan Lituania—tetap konstan dan dapat dikenali baik oleh NATO maupun UE.
Pentingnya Celah Suwałki terutama berasal dari letak geografisnya dan perannya dalam menghubungkan negara-negara Baltik dengan wilayah NATO lainnya.
Błazeusz menegaskan bahwa NATO memiliki rencana pertahanan yang memungkinkan aliansi tersebut beradaptasi dengan cepat jika ancaman meningkat atau Rusia melakukan eskalasi lebih lanjut.
Sebagaimana dilaporkan PAP yang dilansir Keidenesia.tv dari Polskie Radio, Kamis, 1 Oktober 2026, ia juga menyoroti wewenang tambahan yang diberikan kepada Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR) NATO.
Menurutnya, wewenang ini memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap ancaman sebelum keputusan akhir mengenai pengaktifan mekanisme pertahanan kolektif diambil.
Błazeusz juga menegaskan bahwa NATO sebaiknya bertanggung jawab atas dimensi militer pertahanan, sementara UE dapat menggunakan instrumen tekanan lain, termasuk sanksi ekonomi dan langkah-langkah terkait informasi.
Ia mengatakan bahwa kerja sama yang lebih erat antara NATO dan UE dapat memperkuat kemampuan Barat dalam mencegah tindakan Rusia serta menciptakan dilema strategis bagi Moskow.
Menanggapi ancaman Rusia terhadap pabrik-pabrik Eropa yang memproduksi senjata untuk Ukraina, Błazeusz mengatakan bahwa negara-negara Barat harus menggunakan "bahasa yang lebih tegas" saat berkomunikasi dengan Moskow.
Pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova—seperti dikutip oleh kantor berita Interfax—menyatakan bahwa pabrik-pabrik Eropa yang memproduksi senjata untuk Ukraina merupakan target militer potensial bagi Rusia.
Błazeusz menyatakan bahwa para pemimpin politik—bukan militer—seharusnya menggunakan bahasa yang dipahami oleh Rusia, dan bahwa pihak Barat harus siap menanggung tingkat risiko tertentu sembari menegaskan kemampuannya untuk memberikan respons.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat tertutup Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa di Brussels yang membahas secara khusus mengenai Celah Suwałki.
Anggota Parlemen Eropa (MEP) asal Polandia, Michał Szczerba, mengundang Błazeusz ke Parlemen Eropa. Szczerba merupakan negosiator Parlemen Eropa untuk legislasi terkait mobilitas militer.
Szczerba mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menekankan pentingnya aspek keamanan, ketahanan, infrastruktur, dan mobilitas militer dalam pembahasan anggaran tujuh tahunan Uni Eropa berikutnya.
Celah Suwałki terletak di antara wilayah timur laut Polandia dan wilayah selatan Lituania. Kawasan ini diapit oleh Belarus di satu sisi dan wilayah Kaliningrad—wilayah paling barat Rusia—di sisi lainnya.