
UPdates - Sebuah peristiwa mengejutkan di Guatemala, kini tengah viral di dunia maya.
Yuleidy Ixcotoyac, seorang gadis berusia 15 tahun yang diyakini telah meninggal dunia oleh keluarganya, tiba-tiba terbangun dan duduk dari dalam peti mati saat upacara pemakamannya.
Disadur Keidenesia.TV dari The Sun, Selasa, 13 Oktober 2026, peristiwa ini bermula ketika pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, Yuleidy jatuh sakit di rumahnya di desa El Jocote, di kotamadya Sacapulas, El Quiché, Guatemala.
You might be interested :
Gunung Berapi Fuego Meletus, Guatemala Status Siaga
Saat ayahnya, Abraham Ixcotoyac, mengantarnya ke pusat medis, tiba-tiba Yuleidy kehilangan kesadaran.
Ayahnya pun segera menghentikan mobil dan memeriksa denyut nadi serta pernapasan putrinya.
Karena percaya bahwa anak gadisnya telah berhenti bernapas dan tidak memiliki denyut nadi, sang ayah kemudian mengira Yuleidy telah meninggal dunia.
Dia menyatakan anaknya meninggal di tempat kejadian pada Sabtu dini hari.
Abraham Ixcotoyac dan keluarganya kemudian membeli sebuah peti mati dan acara penghormatan terakhir diatur untuk hari itu juga. Para pelayat pun berkumpul di rumah duka.
Suasana duka kemudian menjadi geger ketika sang ibu yang bernama Lesvia Ríos, memperhatikan adanya gerakan di dalam peti mati putrinya.
“Saat aku menangis di atas peti matinya, kami membuka jendela dan dia bergerak, dia terbangun dan tiba-tiba dia duduk,” terang sang ibu.
Orang-orang terdekat yang terkejut akhirnya membantu Yuleidy keluar dari peti mati setelah dinyatakan meninggal dunia delapan jam sebelumnya.
Tak menunggu lama, rekaman kejadian dramatis saat Yuleidy terbangun dari peti mati dengan cepat menyebar secara online.
Kepada keluarganya, Yuleidy menceritakan bahwa, “Jantungku mulai sakit sekali; terasa berat dan kemudian aku pingsan.”
Yuleidy menambahkan: “Saya bersyukur kepada Tuhan dan orang tua saya karena saya masih hidup. Tangan saya masih gemetar, tetapi saya sudah mulai pulih kekuatannya.”
Dia menambahkan: “Itu adalah sebuah keajaiban.”
Ayah Yuleidy sendiri mengatakan bahwa dia sebelumnya yakin putrinya telah meninggal.
Dia mengatakan bahwa Yuleidy "telah lenyap begitu saja, dia meninggal dalam perjalanan" setelah dia menghentikan mobilnya dalam perjalanan ke pusat medis.
Dia menambahkan: “Saya melihat dia sudah tidak bernapas lagi dan saya tidak bisa merasakan denyut nadinya di pergelangan tangannya. Itu adalah situasi yang sangat sulit bagi saya. Dia tidak pergi ke rumah sakit.”