
UPdates - Gunung berapi Fuego di Guatemala dilaporkan erupsi dan melontarkan lava serta abu vulkanik setinggi empat mil ke udara.
Pemerintah Guatemala menyatakan status siaga tertinggi kedua. Sementara itu, ratusan orang yang tinggal di lereng gunung berapi Fuego telah mengungsi.
Gunung berapi paling aktif di Amerika Tengah tersebut meletus pada Senin pagi waktu setempat, dengan kondisi yang semakin memburuk menjelang malam dan mendorong pihak berwenang untuk mengeluarkan peringatan siaga terberat kedua di negara itu.
You might be interested :
Gunung Berapi Terbesar di Eropa Erupsi, Muntahkan Gumpalan Abu
Pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, aliran lava mengalir deras dari gunung berapi setinggi 3.763 meter yang terletak kurang dari 100 kilometer dari Kota Guatemala tersebut. Abu vulkanik dilaporkan membumbung setinggi enam kilometer ke langit.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran mengatakan mereka telah mengevakuasi setidaknya 350 warga dari desa El Porvenir dan Las Lajitas ke kotamadya San Juan Alotenango di sebelah timur.
Menurut laporan yang disadur Keidenesia.TV dari The Guardian, Rabu, 5 Juli 2026, gunung berapi Fuego telah meletus selama 23 jam berturut-turut hingga Selasa pagi kemarin, meskipun intensitasnya mulai mereda.
Guatemala terletak di 'cincin api' Pasifik dan sering mengalami aktivitas seismik dan vulkanik.
Telah terjadi beberapa evakuasi massal serupa dalam beberapa tahun terakhir karena letusan Gunung Fuego. Tahun lalu, pihak berwenang mengevakuasi lebih dari 500 orang setelah Fuego menyemburkan gas dan abu.
Letusan lain pada tahun 2023 memaksa sekitar 1.200 orang untuk mengungsi.
Pada tahun 2018, 215 orang tewas dan jumlah yang sama dinyatakan hilang ketika aliran lava mengalir menuruni lereng Fuego dan menghancurkan sebuah desa.