
UPdates—Kelompok Houthi di Yaman telah memperingatkan para pegawai, pekerja, dan warga untuk menjauhi fasilitas minyak Arab Saudi, seraya menyatakan bahwa wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas kota Makkah dan Madinah.
You may also like :
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Perdana Menteri Selamat, 4 Tewas
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi mengutip pernyataan seorang sumber militer terkait peringatan tersebut.
You might be interested :
Konflik Memanas, Kantor Pusat Saudi Aramco Dihantam Rudal Houthi, Iran Tawarkan Diri Jadi Penengah
"Wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas Makkah dan Madinah," ujar sumber militer tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Senin, 19 Oktober 2026.
Sumber tersebut menambahkan, "Mereka yang telah diperingatkan tidak memiliki alasan lagi."
Ancaman baru ini muncul di tengah eskalasi militer yang terus berlanjut di kawasan tersebut.
Sumber militer itu juga mendesak para pemegang saham di perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, untuk menjual saham mereka.
"Untuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco untuk menarik saham mereka sebelum terlambat," ujarnya.
Kelompok tersebut tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai sifat ancaman atau tindakan apa pun yang mungkin mereka ambil.
Sebelumnya, Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan bahwa enam orang terluka setelah sebuah proyektil menghantam kawasan permukiman di kota Najran.
Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah Khamis Mushait di Arab Saudi.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan eskalasi bentrokan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dengan kelompok Houthi sejak awal Oktober.
Pihak koalisi telah mengumumkan "operasi skala besar" yang menargetkan kemampuan kelompok tersebut.
Sementara kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap bandara serta berbagai fasilitas di Arab Saudi.