
UPdates—Nick Broderick menggambarkan momen saat ia memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Eva, sebagai sesuatu yang "elektrik"—seolah-olah ia benar-benar tersambar petir.
You may also like :
Langit Tiba-Tiba Gelap Gulita, 96 Orang Tewas dan 50 Terluka Akibat Badai dan Petir di India
Terlepas dari istilah romantis tersebut, itulah yang sebenarnya terjadi.
Saat sedang mendaki di Kettle Moraine State Forest, Wisconsin, pada Agustus 2025, Nick dan kekasihnya, Eva, tinggal berjarak sekitar 3,2 km dari mobil mereka ketika cuaca tiba-tiba berubah.
Hujan mulai turun, namun karena tidak ada tempat untuk berteduh, mereka memutuskan untuk terus berjalan menuju tempat parkir.
Pada satu titik, seolah menjadi pertanda, Eva menoleh ke arah pria yang kelak akan menjadi suaminya itu dan bertanya, "Bagaimana jika kita tersambar petir?"
Yang diingat Nick hanyalah suara dentuman keras. Sebuah pohon di dekat mereka terkena sambaran petir utama, sementara pasangan itu terkena arus listrik yang merambat melalui tanah. Akibatnya, tubuh Nick menjadi kaku seperti papan.
"Yang saya ingat hanyalah meringkuk dalam posisi janin dengan tangan menutupi telinga—sepertinya saya sempat berteriak—dan merasakan sesuatu yang hanya bisa digambarkan sebagai aliran listrik di kaki saya," ujar Eva Broderick sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Good News Network, Rabu, 21 Oktober 2026.
"Saya meringkuk di dekat Nick, lalu menoleh ke arahnya. Ia terbaring telentang dengan mata setengah terbuka dan tatapan kosong; kulitnya membiru dan ia tidak bernapas," lanjutnya.
Eva segera melakukan CPR setelah menelepon 911. Namun, sinyal telepon sangat buruk, dan ia pun kesulitan menjelaskan lokasi persis mereka di jalur pendakian tersebut.
Tim pencarian dan penyelamatan membutuhkan waktu 50 menit untuk menemukan mereka. Selama kurun waktu itu, Eva harus memacu kembali jantung kekasihnya sebanyak dua kali.
Namun, Nick dan jantungnya ternyata jauh lebih tangguh. Ia berhasil selamat setelah menjalani perawatan selama 3 hari di rumah sakit, dengan dampak berupa sedikit gangguan pendengaran di salah satu telinga serta kerusakan pada beberapa tendon.
Menyadari bahwa hati maupun hidupnya secara metaforis adalah milik Eva, ia melamar Eva setelah keluar dari rumah sakit.
Dengan keinginan untuk mengubah makna bulan Agustus—bulan di mana mereka berdua hampir kehilangan nyawa akibat amukan alam—pasangan itu pun menikah, tepat sebelum genap setahun sejak peristiwa tersebut terjadi.
“Saya sering bercanda bahwa dia tidak bisa meninggalkan saya. Saya menyelamatkannya dari kematian, jadi dia mau tidak mau harus tetap bersama saya,” ujar Eva Broderick—yang menerima penghargaan penyelamatan jiwa dari Departemen Pemadam Kebakaran Palmyra—kepada Action News 5, yang meliput kisah mereka.