
UPdates—Badai debu, hujan lebat, dan petir menewaskan sedikitnya 96 orang di negara bagian Uttar Pradesh, India utara. Rumah-rumah dan bangunan lainnya juga rusak paraj.
You may also like :
Menyeramkan! Langit Yunani, Australia, dan Libya Berubah Jadi Merah, Kota Tobruk Umumkan Keadaan Darurat
Pejabat di wilayah itu mengatakan, lebih dari 50 orang terluka dalam insiden terkait cuaca ini di beberapa distrik Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, pada hari Rabu.
You might be interested :
Peringatan Dini BMKG, 22 Maret: Sulsel Bagian Barat dan Utara Berpotensi Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang
Para pejabat mengatakan banyak kematian disebabkan oleh pohon tumbang, bangunan yang runtuh, dan petir.
Polisi dan tim penanggulangan bencana menggunakan gergaji mesin dan derek untuk membersihkan pohon tumbang dari jalan dan rel kereta api di beberapa distrik.
Narendra Srivastava, seorang pejabat administrasi, mengatakan tim darurat dikerahkan di seluruh daerah yang terkena dampak dan bahwa rumah, tanaman, dan infrastruktur listrik rusak parah, terutama di daerah pedesaan.
Di distrik Prayagraj, warga panik karena angin kencang menerjang lingkungan sekitar.
“Badai datang tiba-tiba, dan langit menjadi gelap gulita dalam hitungan menit,” kata Ram Kishore sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Aljazeera, Kamis, 14 Mei 2026.
“Atap seng beterbangan, dan orang-orang berlari masuk ke dalam rumah. Kami bisa mendengar pohon-pohon tumbang sepanjang malam,” lanjutnya.
Di distrik Bhadohi yang berdekatan, Savitri Devi mengatakan keluarganya berhasil lolos dari maut setelah angin kencang merusak rumah mereka.
“Kami bergegas keluar ketika dinding mulai berguncang karena angina. Atap kami runtuh beberapa saat kemudian. Kami menghabiskan malam di rumah kerabat,” ujarnya.
Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath memerintahkan para pejabat untuk menyelesaikan operasi bantuan dalam waktu 24 jam dan agar pihak berwenang memberikan bantuan darurat dan kompensasi kepada keluarga yang terkena dampak.
Badai sering terjadi di India utara dari Maret hingga Juni, sebelum hujan monsun tahunan tiba.