
UPdates—Sikap sangat berkelas ditunjukkan SMAN 1 Pontianak setelah kontroversi final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat 2026 yang sempat viral di media sosial.
You may also like :
Heboh Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalbar, Jawaban Sama tapi Juri tak Dengar dan Ngotot Salahkan Siswa yang Protes
Pihak SMAN 1 Pontianak menegaskan tetap menghormati keputusan yang telah ditetapkan juri lomba dan menyatakan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang akan mewakili Kalbar di tingkat nasional, Agustus mendatang.
“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” kata Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati dalam pernyataan kepada awak media sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Kamis, 14 Mei 2026.
Dalam pernyataan sikap di akun Instagram sekolah, SMAN 1 Pontianak memberikan klarifikasi resmi mereka terkait polemik ini.
“Sehubungan dengan dinamika dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026. SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen terhadap nilai-nilai integritas dalam dunia pendidikan,” jelas pihak SMAN 1 Pontianak.
“Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa adanya maksud untuk menyerang pihak mana pun,” lanjut pernyataan tersebut.
Mereka menegaskan sangat mengapresiasi dukungan berbagai pihak dan menyatakan menerima semua keputusan terkait lomba.
“Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan. Dukungan penuh juga kami berikan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional,” tegasnya.
Pihak sekolah menyatakan, ke depan, mereka berharap seluruh pihak dapat terus menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta bersama-sama menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan berintegritas.
“SMAN 1 Pontianak berkomitmen untuk Pendidikan yang Jujur dan Bermartabat,” tandasnya.
Pernyataan sikap SMAN 1 Pontianak mendapat acungan jempol dan pujian dari berbagai pihak. Salah satunya dari Menteri UMKM, Maman Abdurrahman yang juga berasal dari Pontianak.
“Salut untuk Kebesaran Hati Seluruh Keluarga Besar SMAN 1 Pontianak ... SMAN 1 Pontianak dan Sambas adalah sama sama Pemenang, ada hal yg jauh lebih penting yaitu menjaga Tali Ukhuwah dan Silaturahmi Kekeluargaan Kita semua,” kata Maman di kolom komentar unggahan SMAN 1 Pontianak.
Politikus Golkar itu mengatakan, semua sudah mengetahui bahwa ada kelalaian juri dalam peristiwa ini. Namun, menurutnya, publik sudah bisa menilai.
Menurut Maman, persoalan ini jangan sampai menjadi polemik berkepanjangan yang justru akan kontra produktif buat suasana dan iklim dunia pendidikan di Kalimantan Barat.
“Saya Bangga sama Adek adek SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, kalian semua adalah The Next Leader serta Penerus Tongkat Estafet Kepemimpinan Kalbar. Jangan pernah Berhenti Bermimpi dan Belajar untuk Menggangkat Derajat Keluarga Kite, Kampong kite dan Indonesia,” tegas Maman.
Terkhusus untuk siswa SMAN 1 Pontianak, Maman menyakinkan mereka bahwa ini akan menjadi pelajaran penting.
“Nanti Kalian akan mengucapkan Rasa Syukur Kepada Allah Swt karena telah mendapatkan Pengalaman ini. Semangat,” ujarnya.
Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan menggelar tanding ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar). MPR membuat keputusan ini untuk mengakhiri polemik yang terus berkembang.