Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan seusai Dialog Bersama dan Pernyataan Sikap atas Rencana Konser Andrea Bocelli di Kantor MUI, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto: MUI)

MUI Desak Pemerintah Segera Umumkan Status Konser Andrea Bocelli

23 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkhawatirkan polemik rencana konser Andrea Bocelli memicu ketegangan di tengah masyarakat jika pemerintah tidak memberikan kejelasan mengenai penyelenggaraannya.

You may also like : gaza porak anadoluKekejaman Israel Terus Berlanjut di Gaza, 7 Warga Tewas, Termasuk 2 Anak-Anak

Makanya, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah untuk segera menyampaikan sikap resmi.

You might be interested : fadli zonPendukung Israel, Polisi Cabut Izin Konser Andrea Bocelli, Menbud Fadli: Tujuannya Sangat Baik

Rencana konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur (Magelang) dan Jakarta mendapat penolakan dari MUI serta sejumlah ormas Islam karena keterkaitannya dengan Israel.

Menurut Sudarnoto, keputusan mengenai kelanjutan konser merupakan kewenangan pemerintah.

“Kalau ini dibiarkan, maka saya khawatir nanti ada ketegangan di tengah masyarakat. Ketidakpuasan dalam masyarakat,” ujar Sudarnoto pada konferensi pers Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Kamis kemarin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari RRI, Jumat, 23 Oktober 2026.

Sikap MUI berkaitan dengan perjuangan rakyat Palestina yang selama ini selalu mendapat dukungan dari Indonesia. Karena itu, rencana konser tersebut tidak disambut baik oleh MUI, dengan mempertimbangkan persoalan kemanusiaan yang melatarbelakanginya.

Pemerintah tegas dia perlu memberikan kejelasan agar masyarakat mengetahui sikap resmi terhadap rencana konser tersebut. Ia juga menyebut MUI telah menyampaikan pernyataan mengenai persoalan itu pada 13 Oktober 2026.

“Yang terakhir, terkait ke depan apakah ini berlangsung atau tidak, sekali lagi ini kewenangan pemerintah. Dan pemerintah harus menyampaikan sikap,” ujar Sudarnoto.

MUI menolak rencana konser tersebut dengan mempertimbangkan persoalan yang dinilai berkaitan dengan etika, moralitas, dan kemanusiaan. Sudarnoto menegaskan, keberatan MUI tidak semata-mata berkaitan dengan musik, agama, atau sosok penyanyi.

“Ini bukan soal musik, ini bukan soal agama, ini bukan soal Bocelli. Tapi ini soal etika, soal moralitas,” katanya.

Ia turut menyinggung informasi mengenai dugaan keterlibatan Bocelli dalam konser penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces pada tahun 2010. Informasi tersebut disampaikan sebagai salah satu pertimbangan MUI dalam menolak rencana konser.

MUI sendiri terus membuka ruang dialog untuk memperoleh kejelasan dari berbagai perspektif terkait rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.

Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya tabayun agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan pemahaman yang lebih utuh.

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan forum tabayun sebelumnya telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk unsur pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kamis kemarin, MUI berdialog dengan tokoh lintas agama untuk mendengarkan pandangan dari berbagai perspektif.

“Ini forum tabayun, untuk melakukan tabayun dari berbagai perspektif. Sebelumnya, dengan pihak pariwisata dan ekonomi kreatif, mereka juga sudah hadir ke MUI. Kali ini, kita bertabayun dengan tokoh lintas agama,” ujarnya setelah kegiatan Dialog Bersama dan Pernyataan Sikap atas Rencana Konser Andrea Bocelli di Kantor MUI, Jakarta sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi MUI.

Buya Amirsyah menegaskan, apa pun keputusan yang nantinya diambil, MUI menghormati proses yang berlangsung. Menurutnya, dialog terbuka merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan masalah baru.

“Apapun nanti keputusannya, tentu kita menghargai. Karena dialog secara terbuka, menyelesaikan masalah tanpa masalah,” katanya.

Dia menjelaskan, dialog tersebut diharapkan berjalan produktif dengan memperhatikan dua hal penting. Pertama, menjaga kedaulatan Indonesia, baik dalam aspek ekonomi maupun kebudayaan.

Kedua, mengapresiasi keberagaman agama dan suku sebagai kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Menurutnya, penghargaan terhadap keberagaman perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Dengan demikian, kedaulatan budaya dan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang.

Terkait hasil dialog, Buya Amirsyah meminta semua pihak menunggu hingga proses pembahasan selesai. Ia juga menegaskan bahwa pernyataan mengenai keputusan pemerintah nantinya merupakan kewenangan pemerintah, bukan MUI.

“Soal itu nanti pemerintah yang akan memberikan komentar, bukan kewenangan MUI,” tegasnya.

Forum ini menjadi ruang dialog bersama untuk membahas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia melalui pertukaran pandangan dari berbagai unsur masyarakat.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >