
UPdates—Gelombang demonstran memadati sisi selatan Paris pada hari Sabtu seiring dimulainya unjuk rasa dalam suasana yang terasa tenang namun penuh ketegangan.
You may also like :
Pelajar Bekasi, Depok, dan Tangerang Dicegah Ikut Demo 20 Oktober di Jakarta
Aksi awal berlangsung damai, sementara aparat kepolisian yang diperkuat dalam jumlah besar bersiaga menghadapi potensi kerusuhan di seluruh negeri.
You might be interested :
Situasi Sudah tak Terkendali, Perdana Menteri Prancis Perintahkan Pemberlakuan Jam Malam
Di wilayah lain di Prancis, polisi mulai membubarkan perkumpulan tanpa izin di Lyon dan Nice. Gas air mata ditembakkan di Lyon setelah para demonstran melanggar larangan unjuk rasa setempat.
Sebagaimana dilansir dari SCMP, Sabtu, 24 Oktoberr 2026, otoritas Prancis memperkirakan hingga setengah juta orang akan turun ke jalan di seluruh negeri pada hari Sabtu, jumlah yang setara dengan 550.000 orang yang berunjuk rasa akhir pekan lalu.
Demonstrasi pada 17 Oktober sempat diwarnai penjarahan dan kerusuhan perkotaan terburuk yang pernah dialami Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Para pengunjuk rasa berkumpul di Paris dan berbagai kota di seluruh Prancis pada hari Sabtu di bawah pengawasan 70.000 petugas kepolisian.
Pemerintah berupaya mencegah terulangnya kerusuhan dan penjarahan yang mengguncang negara itu akhir pekan lalu.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan bahwa hingga Sabtu siang, 135 orang telah ditangkap di seluruh negeri.
Banyak di antaranya ditangkap menyusul penggeledahan preventif yang menemukan kembang api, bantalan peluru (bola logam), serta benda-benda lain yang dapat digunakan sebagai senjata.
"Kami harus sangat, sangat sigap. Ada seruan yang cukup kuat untuk menciptakan kekacauan, baik dari kelompok politik maupun dari pihak kriminal. Ini akan menjadi hari yang panjang," ujarnya kepada wartawan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Reuters, Sabtu, 24 Oktober 2026.