
UPdates—Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas dalam elektabilitas partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI jika pemilu digelar saat ini.
You may also like :
Pamit ke IAS, Appi Resmi Tinggalkan Golkar
Partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu punya elektabilitas 23,1 persen, disusul PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen dan Partai Golkar 10,7 persen.
You might be interested :
Yel-Yel Prabowo Dua Periode Menggema di Acara Gerindra di DPR
Sebelumnya, di Pemilu 2024, PDIP menjadi pendulang suara terbanyak yakni 25.387.279 suara atau 16,72 %.
Partai Golkar di posisi kedua dengan 23.208.654 suara atau 15,28%. Sementara Partai Gerindra di peringkat ketiga dengan 20.071.708 suara atau 13,22%.
Berdasarkan survei IPO, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 6,1 persen. Selanjutnya, Partai Demokrat 5,9 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 5,8 persen.
PKS di posisi ketujuh dengan 4,6 persen. Selanjutnya, Partai NasDem 4,2 persen. Khusus PSI, mereka di posisi 9 dengan elektabilitas 2,9 persen.
PPP dengan elektabilitas 1,6 persen melengkapi 10 besar. Sementara partai lainnya; Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional, dan Partai Garuda di angka 0 persen.
Sebanyak 21,6 persen responden mengaku tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihannya.
Survei IPO ini digelar dalam rangka dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Survei dilakukan pada periode 12-20 Oktober 2026 kepada 1.200 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar ±2,9 persen.
Elektabilitas partai politik dalam survei IPO:
Hasil Pemilu 2024