Mojtaba Khamenei (Foto: AFP)

Khamenei Perintahkan Militer Iran Siapkan Perang Besar Jika Diserang Lagi

31 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada hari Sabtu menginstruksikan angkatan bersenjata negara tersebut untuk bersiap menghadapi ancaman di tingkat mana pun.

You may also like : captureAS Setujui Penjualan Rudal Patriot ke Ukraina Senilai Rp38 Triliun

Ia juga memerintahkan perluasan daftar target potensial yang mencakup aset-aset Amerika Serikat dan Israel, di tengah ketegangan yang masih tinggi serta upaya diplomatik yang terus berlanjut untuk menyelesaikan sengketa terkait program nuklir Teheran.

You might be interested : trump igTak Mau Lagi Negosiasi, Trump Bilang Sesuatu akan Segera Terjadi, IRGC Beri Tanggapan di Selat Hormuz

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Shafaq News, Sabtu, 31 Oktober 2026, dalam pertemuan dengan para komandan militer senior, Khamenei menyatakan bahwa jika musuh-musuh Iran kembali melancarkan serangan militer atau teroris, maka Angkatan Bersenjata dan rakyat Iran-lah yang akan menentukan kapan permusuhan tersebut berakhir.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kemampuan intelijen militer, menyempurnakan doktrin pertahanan mandiri Iran, serta memodernisasi sistem pertahanan dan keamanan melalui teknologi canggih.

Seraya mendesak militer untuk menjaga kesiapan tempur, meningkatkan moral, dan menjamin kesejahteraan personel angkatan bersenjata, ia menyebut dukungan publik terhadap militer sebagai komponen kunci dalam strategi pencegahan negara tersebut terhadap musuh asing.

Khamenei juga memuji ketangguhan poros perlawanan di berbagai negara, seraya menggambarkan persatuan poros-poros tersebut  sebagai faktor strategis dalam membentuk lanskap politik dan keamanan Asia Barat di masa depan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa garis merah hanyalah masa lalu, seraya menambahkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan memicu respons militer yang menghancurkan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perundingan selama lebih dari 12 jam di Teheran pada hari Jumat antara pihak mediator Qatar dan para pejabat Iran, yang bertujuan menghidupkan kembali negosiasi langsung dengan Washington.

Axios yang mengutip sumber diplomatic menyebut diskusi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Doha pada hari Sabtu, di mana pihak mediator berupaya mencari langkah-langkah timbal balik untuk memulai kembali negosiasi mengenai program nuklir Iran dan sengketa lainnya.

Washington menginginkan konsesi terkait nuklir sebagai syarat untuk melanjutkan negosiasi, sementara Teheran menuntut diakhirinya blokade angkatan laut AS, pencairan dana yang dibekukan, serta izin untuk kembali mengekspor minyak.

Axios juga mengungkapkan bahwa para mediator Qatar telah mengusulkan untuk mengizinkan inspektur nuklir PBB mengunjungi fasilitas-fasilitas Iran yang rusak selama perang, sebagai imbalan atas pelonggaran terbatas sanksi Amerika Serikat.

Sebelumnya, media tersebut mengindikasikan bahwa Amerika Serikat dan Israel tengah bersiap untuk kemungkinan kampanye militer selama sepekan terhadap Iran setelah pemilihan umum sela AS pada 3 November.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir, seraya menambahkan bahwa sesuatu, dengan satu atau lain cara akan terjadi.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >