Ilustrasi. Asap hitam membubung setelah Ukraina dilaporkan melancarkan serangan pesawat nirawak (UAV) di St. Petersburg, Rusia, pada 3 Juni 2026. (Foto: Anadolu)

Serangan Siber Picu Peringatan Darurat Palsu di Ukraina dan Rusia

2 November 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates - Ukraina dan Rusia mengatakan aplikasi peringatan darurat publik mereka menjadi sasaran serangan siber selama akhir pekan, yang mengakibatkan penyebaran informasi palsu kepada pengguna.

You may also like : captureAS Setujui Penjualan Rudal Patriot ke Ukraina Senilai Rp38 Triliun

Angkatan Udara Ukraina mengatakan pada hari Minggu waktu setempat bahwa aplikasi peringatan serangan udara publik negara itu telah menjadi sasaran apa yang mereka sebut sebagai "campur tangan musuh" atau "pengaruh musuh."

You might be interested : bandara eropaBandara-Bandara Besar Eropa Kena Serangan Siber Serentak

“Aplikasi Air Alarm kemungkinan telah menjadi sasaran gangguan dari pihak musuh,” kata Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan di Telegram, seraya mendesak masyarakat untuk tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi.

Juru bicara Angkatan Udara Yuriy Ignat kemudian mengkonfirmasi bahwa aplikasi tersebut telah diretas.

Menurut pihak berwenang Ukraina, aplikasi tersebut sempat menampilkan peringatan palsu untuk Kyiv dan wilayah lain, termasuk peringatan ancaman nuklir dan kimia, laporan pertempuran jalanan, dan pesan keliru yang mengklaim Rusia telah mengerahkan rudal hipersonik Oreshnik.

“Informasi yang disiarkan tentang tingkat ancaman tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Pusat Pemberantasan Disinformasi Ukraina, sebagaimana disadur Keidenesia.TV dari laman Arabnews.com, Senin, 2 November 2026.

Peringatan abnormal tersebut kemudian dihapus.

Kementerian Transformasi Digital Ukraina mengatakan bahwa aplikasi itu sendiri tidak beroperasi secara normal, tetapi saluran peringatan publik lainnya tetap berfungsi, termasuk sirene serangan udara.

Pihak berwenang di Kyiv mengatakan bahwa aplikasi peringatan terpisah yang melayani ibu kota terus beroperasi secara normal.

Aplikasi peringatan serangan udara banyak digunakan di seluruh Ukraina untuk memberikan peringatan secara real-time tentang serangan rudal dan drone, yang seringkali hanya memberi warga beberapa menit untuk mencari tempat berlindung.

SPRAVDI, Pusat Komunikasi Strategis Ukraina, menyalahkan Rusia atas insiden tersebut, meskipun belum ada konfirmasi independen yang segera tersedia.

Sementara itu, Kementerian Situasi Darurat Rusia pada hari Senin, 2 November 2026 melaporkan bahwa aplikasi seluler mereka telah terkena "serangan siber besar-besaran."

“Perhatian! Aplikasi seluler Kementerian Situasi Darurat Rusia telah menjadi sasaran serangan siber besar-besaran, yang memungkinkan penyerang untuk mengirimkan informasi palsu kepada publik,” kata kementerian itu di Telegram.

Aplikasi ini dirancang untuk memberi tahu pengguna tentang peringatan serangan udara, serangan pesawat tak berawak yang datang, dan ancaman darurat lainnya.

Kantor berita negara Rusia, TASS, melaporkan bahwa serangan siber tersebut memungkinkan penyebaran pesan palsu melalui aplikasi tersebut.

Belum jelas apakah insiden di Ukraina dan Rusia saling terkait.

Laporan-laporan tersebut menyoroti peran yang semakin penting dari operasi siber di samping aktivitas militer konvensional dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun antara kedua negara.

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >