
UPdates—Menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), pemerintah menyiapkan sederet stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat.
You may also like :
Ini 3 Kriteria Penerima Awal Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pada penghujung tahun.
You might be interested :
Data Desil Baru Berantakan dan Picu Masalah Bansos, DPR Minta Evaluasi
Momentum libur panjang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan belanja masyarakat dan pergerakan wisata domestik.
“Pemerintah masih mempunyai, mendorong beberapa inisiatif untuk memperkuat daya beli dengan program Diskon Nasional, terkait dengan diskon Natal dan Tahun Baru,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 5 November 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Inilah.
Salah satu andalan pemerintah adalah program BINA atau Belanja di Indonesia Saja Great Sale. Tahun lalu, program BINA mencatat transaksi Rp31 triliun.
Sementara itu, Hari Belanja Nasional (Harbolnas) menghasilkan transaksi Rp36,4 triliun. Tahun ini, pemerintah berharap capaian kedua program tersebut dapat melampaui hasil tahun sebelumnya.
“Beberapa program seperti BINA itu tahun lalu menghasilkan Rp31 triliun, dan Hari Belanja Nasional tahun lalu menghasilkan Rp36,4 triliun. Tahun ini diharapkan bahwa angkanya lebih dari tahun lalu,” ujar Airlangga.
Tak hanya diskon belanja, pemerintah juga menyiapkan stimulus yang menyasar langsung masyarakat. Salah satunya melalui program pembukaan rekening baru dengan saldo awal Rp50.000 yang ditargetkan menjangkau 25,16 juta penduduk dewasa.
Bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk 33,24 juta keluarga juga disiapkan Pemerintah. Sementara subsidi upah sebesar Rp900.000 ditargetkan bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi (UMP).
Rangkaian bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga kemampuan belanja masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
Dengan daya beli yang lebih terjaga, konsumsi rumah tangga diharapkan tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026.
Selain bantuan langsung dan diskon belanja, pemerintah juga memberikan insentif transportasi untuk mendorong mobilitas masyarakat selama periode Nataru.
Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas tiket pesawat.
Insentif tersebut berlaku untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan target penerima sebanyak 3,75 juta penumpang.
Sedangkan untuk kereta api, pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30 persen yang ditargetkan menjangkau 1,04 juta penumpang pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Diskon juga diberikan untuk transportasi laut. Pemerintah menargetkan insentif tiket kapal Pelni menjangkau 414.000 penumpang untuk periode perjalanan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sementara untuk penyeberangan, tarif jasa pelabuhan digratiskan oleh ASDP di 14 pelabuhan. Kebijakan ini ditargetkan menjangkau 1,44 juta orang selama periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.