Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Dok.Official White House/foto:Joyce N. Boghosian)

Trump Umumkan Serangan Baru ke Iran, 2 Rudal Hantam Pulau Qeshm

7 November 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Presiden Donald Trump mengatakan militer AS pada hari Jumat waktu setempat melancarkan serangan terbatas baru terhadap Iran, dengan menyasar sistem pertahanan udara negara itu.

You may also like : trump apIni Alasan Trump Siap Pindah ke Israel Jadi Perdana Menteri

Dalam perbincangan dengan para wartawan, Trump menggambarkan tindakan militer tersebut sebagai sesuatu yang “kecil”.

You might be interested : saveclip.app 640450961 17898701040406052 8574858185818647751 nPartainya Keok di Pemilu Sela, Trump Beri Selamat ke Demokrat dan Sebut Perang Iran Berpengaruh

“Mereka membangun semacam perangkat anti-pesawat, dan kami melumpuhkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit,” ujar Trump kepada wartawan tak lama setelah tiba di West Palm Beach, Florida, pada Jumat malam sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari WRTV, Sabtu, 7 November 2026.

Media pemerintah Iran melaporkan terdengarnya dua ledakan di wilayah Suza, Pulau Qeshm, yang terletak di jalur perairan krusial bagi pengiriman minyak.

Trump tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai target serangan tersebut. Namun, para pejabat AS melaporkan bahwa sebagian besar sistem pertahanan udara Iran telah hancur atau mengalami kerusakan parah akibat pengeboman oleh Israel pada Juni 2025 serta pada tahap awal konflik saat ini.

Para pejabat AS memperkirakan bahwa Iran akan berupaya membangun kembali sistem tersebut beserta infrastruktur militer lainnya seiring berjalannya waktu.

Militer AS juga melaporkan telah melakukan apa yang mereka sebut sebagai serangan defensif pada hari Senin. Ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan Pulau Hengam yang berada di Selat Hormuz yang strategis, serta di wilayah daratan dekat Bandar Abbas.

Serangan pada hari Jumat ini merupakan yang pertama sejak Partai Republik pimpinan Trump mengalami kekalahan telak dalam pemilihan umum sela di Amerika Serikat pada hari Selasa lalu.

Kemunduran dalam pemilu tersebut—di mana Partai Republik kehilangan kendali atas kedua majelis Kongres—sebagian dipicu oleh ketidakpuasan pemilih terhadap cara Trump menangani konflik ini, serta tingginya harga bahan bakar, yang merupakan dampak dari perang tersebut dan telah memengaruhi hampir setiap sektor ekonomi global.

Dalam beberapa hari setelah kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu, Trump bersikap tidak menentu. Ia sempat melontarkan ancaman untuk "menghancurkan" Iran. Namun, di saat yang lain ia mengisyaratkan bahwa penyelesaian perang sudah dekat.

Sebelumnya pada hari Jumat, dua pejabat pemerintah di Timur Tengah menyatakan bahwa Iran sedang meninjau proposal yang diajukan oleh Qatar—pihak mediator utama—yang bertujuan untuk mengatasi perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.

Namun, salah satu pejabat tersebut menekankan bahwa pihak Iran, setidaknya untuk saat ini, masih enggan untuk terlibat dalam negosiasi dengan pemerintahan Trump mengenai aktivitas nuklir mereka.

Iran mensyaratkan agar AS terlebih dahulu menyetujui beberapa ketentuan inti yang mereka tuntut untuk dimasukkan ke dalam setiap kesepakatan gencatan senjata.

Perbedaan pandangan dengan Iran mengenai program nuklirnya tetap menjadi masalah yang paling rumit. Trump bersikeras bahwa isu ini harus diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan apa pun yang ditujukan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari 8 bulan tersebut.

Sementara itu, Komando Pusat AS (U.S. Central Command), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan melalui sebuah unggahan di X pada Jumat malam bahwa Amerika Serikat menawarkan imbalan hingga 20 juta dolar AS serta kemungkinan relokasi bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai program nuklir Iran—termasuk fasilitas, peralatan, dan personel terkait, seperti mereka yang berada di komunitas ilmiah—atau informasi mengenai pergerakan hal-hal tersebut.

Unggahan itu menyertakan tautan ke program Rewards for Justice (Imbalan demi Keadilan) milik Departemen Luar Negeri AS.

Gedung Putih menolak berkomentar mengenai proposal terkait program nuklir Iran yang diajukan oleh Qatar. Namun, dalam perbincangan dengan para wartawan pada hari Jumat, Trump menyebutkan bahwa diskusi antara pihak mediator dan Iran masih terus berlangsung.

“Kami sedang berbicara dengan Iran. Kami sudah melakukannya,” ujar Trump.

Namun, Teheran menuntut sejumlah konsesi dari AS—permintaan yang sebelumnya telah ditolak oleh Trump. Di antara tuntutan utama yang diajukan Iran sebagai syarat sebelum memulai perundingan nuklir adalah: pengakhiran blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pencabutan sanksi, pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang, serta penghentian permusuhan di seluruh kawasan, termasuk operasi Israel di Lebanon.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >