
UPdates—Presiden Paraguay yang digulingkan, Santiago Peña langsung ditahan setelah dimakzulkan Senat.
You may also like :
Daftar 16 Negara Pemilik Tiket Piala Dunia 2026
Ia dikenai status tahanan rumah pada hari Jumat waktu setempat atas dugaan penyalahgunaan kepercayaan, tak lama setelah Senat mencopot jabatannya menyusul runtuhnya sebuah bank besar yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahannya.
You might be interested :
Kepala Paspampres Korsel Janji akan Terus Lawan Penangkapan Presiden Yoon
Sebanyak 44 senator yang hadir memberikan suara untuk memakzulkan Peña karena dianggap melakukan pelanggaran selama menjabat.
Ia menjadi presiden Paraguay kedua yang digulingkan melalui proses pemakzulan sejak negara tersebut kembali menganut sistem demokrasi pada tahun 1989.
Keputusan ini muncul tiga hari setelah pihak regulator mengambil alih Ueno Bank, yang mengakibatkan hampir separuh dari lebih enam juta penduduk Paraguay tidak dapat mengakses tabungan maupun kartu bank mereka, sekaligus memicu krisis politik terburuk di negara itu dalam lebih dari satu dekade.
Jaksa memerintahkan agar Peña ditahan di kediamannya sampai ia hadir di hadapan unit kejahatan ekonomi pada hari Sabtu.
"Kami telah mengonfirmasi keberadaannya dan ia bersikap kooperatif terhadap pihak berwenang untuk seluruh proses hukum," ujar Silvia González, salah satu jaksa yang menangani kasus ini sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CBC, Sabtu, 7 November 2026.
Di Paraguay, tindak pidana penyalahgunaan kepercayaan diancam dengan hukuman penjara hingga lima tahun, atau hingga 10 tahun untuk kasus-kasus berat.
Perintah tersebut juga mencakup penangkapan Carlos Carvallo, sosok yang memimpin perusahaan keuangan yang kemudian menjadi Ueno Bank, sebelum akhirnya ditunjuk oleh Peña sebagai kepala bank sentral pada tahun 2023.
Belum diketahui secara pasti apakah Carvallo telah ditahan atau belum.
Para legislator menuduh Peña menggunakan pengaruh politiknya untuk mengarahkan dana publik senilai ratusan juta dolar ke Ueno, sementara pihak regulator membiarkan praktik pemberian pinjaman berisiko kepada pihak internal. Peña telah membantah melakukan kesalahan.
Wakil Presiden, Pedro Alliana dilantik sebagai presiden pada hari Jumat untuk menyelesaikan masa jabatan yang akan berakhir pada Agustus 2028.
Alliana, yang juga tengah diselidiki terkait kasus Ueno, kini memimpin pemerintahan yang berada di bawah tekanan untuk mengembalikan dana para deposan dan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebangkrutan bank tersebut.
Dalam pesan perpisahan yang dirilis sesaat sebelum putusan keluar, Peña menyatakan harapannya agar pengunduran dirinya dapat mencegah kerugian lebih lanjut bagi Paraguay.
"Saya tidak ingin kehadiran saya menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar. Tanggung jawab saya adalah mengutamakan negara di atas nasib pribadi saya," tulisnya.