
UPdates—JJ Gabriel memberikan wawancara untuk menjelaskan mengapa ia meninggalkan Manchester United demi bergabung dengan Real Madrid di usia yang baru menginjak 16 tahun.
You may also like :
Bersinar di Piala Dunia di Usia 18 Tahun, Manchester City Berani Tebus Ayyoub Bouaddi Rp2,7 Triliun
Gabriel akan bergabung dengan raksasa Spanyol tersebut setelah menghilang dari United pada bulan September—sebuah langkah yang ia tempuh untuk memuluskan kepindahannya—karena merasa kecewa dengan lambatnya perkembangan kariernya menuju tim senior.
You might be interested :
MU akan Pecat Michael Carrick jika Dipermalukan Aston Villa
Pemain muda ini telah menggunakan jasa agen ternama, Ali Barat, untuk mewujudkan ambisinya pindah ke Bernabeu.
Ia sempat menarik minat dari Barcelona, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain (PSG) sebelum akhirnya memilih Real Madrid—klub yang kini ditangani Jose Mourinho—sebagai tujuan berikutnya.
Meski secara administratif masih terdaftar di United—klub yang ia gabungi pada tahun 2022—Gabriel telah memutus seluruh hubungan dengan klub tersebut.
Akibatnya, United kini mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap Real Madrid guna mendapatkan kompensasi yang lebih besar daripada kisaran £100.000 hingga £300.000, jumlah yang biasanya ditetapkan FIFA dalam situasi seperti ini.
Pihak The Red Devils belum menerima komunikasi apa pun dari Real Madrid, yang kabarnya telah menawarkan kontrak berdurasi tiga tahun kepada Gabriel dengan nilai lebih dari £850.000 (Rp20,5 miliar) per tahun.
Setelah sebelumnya sempat berlatih di Barcelona, Gabriel kini telah pindah ke Madrid sembari menunggu penyelesaian masalah ini.
Ia berbicara kepada media Spanyol, Marca, didampingi oleh ayahnya, usai menjalani sesi latihan bersama pelatih pribadinya.
Saat ditanya mengenai keputusannya memilih Real Madrid alih-alih rival berat mereka, Barcelona, Gabriel berkata semua demi penghargaan pemain terbaik dunia.
"Impian saya adalah memenangkan Ballon d'Or," tegas JJ Gabriel sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Express, Sabtu, 7 November 2026.
Memboyongnya dari United dan mencapai kesepakatan bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi Real Madrid.
Gabriel juga harus bergabung dengan tim cadangan klub, Real Madrid Castilla, karena ia tidak memenuhi syarat untuk tampil di Youth League musim ini selama masih terdaftar sebagai pemain United.
Pemain di bawah usia 18 tahun biasanya dilarang untuk pindah klub, namun Gabriel—yang lahir di Inggris tetapi memiliki darah Irlandia dan Siprus—memegang paspor Uni Eropa.
Marca melaporkan bahwa kepindahan Gabriel ke Real Madrid mungkin baru akan dikonfirmasi pada bulan Januari, saat klub tersebut dapat mendaftarkannya secara resmi selama periode bursa transfer.
Ini berarti, bahkan setelah semua ketentuan dengan Real disepakati, situasi ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga tahun 2027.
Gabriel menerima pesan peringatan dari ikon United, Ryan Giggs, yang mempertanyakan keinginannya untuk meninggalkan klub tersebut.
"Sejauh ini dalam kariernya, semuanya berjalan dengan baik, mengapa harus mengganggunya? Kamu berada di jalur yang tepat," ujar Giggs dalam kanal YouTube Rio Ferdinand.
Ia mengungkap, dirinya mulai berlatih di MU pada usia 15 tahun dan baru bermain untuk tim utama dua tahun kemudian.
“Jadi Anda harus memiliki kesabaran—sesuatu yang tampaknya sulit dimiliki orang-orang saat ini,” ujarnya.
Legenda MU itu menjelaskan, segalanya butuh proses. "Percaya atau tidak, bermain di tim utama Man United sangatlah berbeda dengan bermain di tim junior; bahkan bermain di laga pramusim bersama tim utama pun situasinya sangat jauh berbeda," tegasnya.
"Dalam pertandingan pertama, mungkin Anda bisa tampil cukup baik, tetapi Anda harus mampu menjaganya selama 40 hingga 50 pertandingan dalam satu musim. Anda akan menghadapi cedera, penurunan performa, dan hasil yang buruk, jadi Anda harus bersabar," tandasnya.