
UPdates—Hujan deras telah membanjiri puluhan ribu tenda milik warga pengungsi di Gaza yang porak-poranda akibat perang.
You may also like :
2 Tentara Israel Bunuh Diri dalam Selang Waktu 1 Jam Usai Tugas di Gaza
Otoritas Palestina mengatakan, kondisi ini menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat berlindung.
You might be interested :
Laporan PBB: Israel Lakukan Kejahatan Perang dan Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Tepi Barat
Sejak Sabtu pagi, keluarga-keluarga pengungsi terlihat meninggalkan kamp-kamp mereka di beberapa wilayah Kota Gaza dan area lain di bagian utara, serta sebagian wilayah Gaza tengah, setelah tenda-tenda mereka tergenang air hujan.
Otoritas Gaza menyatakan bahwa sekitar 70.000 tenda yang menampung pengungsi terendam banjir pada hari pertama hujan turun.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan adanya puluhan dinding dan atap yang sudah retak runtuh, yang mengakibatkan jatuhnya korban luka.
Beberapa warga dalam kondisi kritis di berbagai wilayah yang hancur akibat perang tersebut.
Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Sabtu bahwa timnya telah menerima lebih dari 1.500 panggilan sepanjang malam dari warga yang meminta bantuan mendesak setelah tenda mereka kebanjiran.
Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut beroperasi tanpa peralatan atau kemampuan apa pun.
“Kami telah mengeluarkan seruan darurat kepada komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan guna menyelamatkan ratusan ribu pengungsi dari banjir yang melanda tenda-tenda mereka,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Al Jazeera, Minggu, 8 November 2026.
“Kami tidak mungkin menghadapi dampak badai ini sendirian,” tambah Basal.
Situasi memilukan pengungsi Gaza diperparah dengan pembatasan bantuan oleh Israel yang menghambat upaya penanganan bencana ini.