
UPdates—Setelah sebelumnya mengaku pernah ditawari jadi pemimpin tertinggi Iran, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali membuat pernyataan menghebohkan.
You may also like :
Eks Pejabat Mossad Israel: Kita Sudah Kalah, Netanyahu akan Dipaksa Terima Gencatan Senjata Tahap Kedua
Kali ini, ia menyarankan penggantian nama Selat Hormuz menjadi 'Selat Trump' dalam pidatonya pada hari Jumat waktu AS.
You might be interested :
Ucapkan Selamat ke Trump, Prabowo: Saya Berharap dapat Bekerja Sama Erat dengan Anda
Berbicara di FII Priority Summit di Miami, Trump mengatakan bahwa AS sedang bernegosiasi soal Selat Hormuz dengan Iran.
“Dan akan sangat bagus jika kita bisa melakukan sesuatu, tetapi mereka harus membukanya," ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari France24, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia kemudian menyinggung penggantian nama jalur air tersebut menjadi "Selat Trump" sebagai syarat untuk mengakhiri perang.
"Mereka harus membuka Selat Trump -- maksud saya Hormuz. Maaf, saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk," ujarnya.
Trump mengatakan media akan langsung menanggapi komentar tersebut dan menambahkan, "Tidak ada kesalahan yang terjadi pada saya, tidak terlalu banyak."
Ia juga berbicara tentang bagaimana ia telah memerintahkan penggantian nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika" tak lama setelah kembali berkuasa.
Sebelumnya, Trump mengatakan rakyat Iran sempat memintanya menjadi pemimpin tertinggi di negara tersebut, namun ia menolaknya.
Trump mengeklaim wacana soal dirinya menjadi pemimpin tertinggi di Iran disampaikan secara tidak resmi oleh para pemimpin Teheran setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Tidak pernah ada kepala negara yang menginginkan jabatan itu lebih sedikit daripada kepala negara Iran. Kami mendengar mereka dengan sangat jelas. Mereka berkata, 'Saya tidak menginginkannya. Kami ingin menjadikan Anda pemimpin tertinggi berikutnya’," ujar Trump.
Klaimnya, ia menyampaikan penolakan atas tawaran tersebut. "Tidak, terima kasih. Saya tidak menginginkannya," kata Trump pada makan malam penggalangan dana tahunan Komite Kongres Republik Nasional (NRCC).